Aero Aswar Incar Emas di IGP 2026, Siap Sapu Bersih Gelar Jetski Dunia di Ancol

JAKARTA, suarapembaharuan.com – Atlet jetski andalan Indonesia, Aero Sutan Aswar, memasang target tinggi dengan membidik medali emas pada ajang Indonesia International Jetsports Grand Prix (IGP) 2026. Bertanding di hadapan publik sendiri di Jetski Academy Indonesia, Ancol, Jakarta, pada 2–6 Desember 2026, Aero menegaskan mentalitas juaranya tanpa kompromi.



"Target saya harus yang tertinggi. Untuk apa bersaing di level dunia kalau cuma mengincar posisi tiga, empat, atau lima? Target harus tetap nomor satu. Kalaupun miss, minimal posisi kedua atau ketiga," tegas Aero di Jakarta, Selasa (28/7/2026).


Pembalap berusia 31 tahun ini menjelaskan bahwa standar tinggi tersebut dipasang agar memicu motivasi ekstra di arena balap. Selain mengejar podium tertinggi, keikutsertaannya membawa misi strategis untuk membuktikan bahwa kualitas pembalap jetski Indonesia sanggup mendominasi kancah global.


Keuntungan Strategis Tuan Rumah

Ajang IGP 2026 ini sendiri sejatinya merupakan pergeseran jadwal dari rencana awal pada Agustus mendatang. Konflik militer di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel sempat memicu krisis logistik global, sehingga menyulitkan pengiriman peralatan peserta asal Eropa dan Timur Tengah.



Namun, penundaan ini justru menguntungkan Indonesia. Tuan rumah berhasil mengamankan slot emas penyelenggaraan di bulan Desember yang sebelumnya ditempati Thailand.


"Ini kesempatan bagus bagi kita menggeser jadwal dari Agustus ke Desember karena konflik di Timur Tengah menyulitkan logistik peserta dari Eropa dan Timteng," jelas Aero. "Thailand sedang berkabung sehingga dimundurkan ke Januari, dan Indonesia akhirnya mendapatkan slot di Desember."


Format Baru Berhadiah Rp3,2 Miliar

Perubahan jadwal dan nama kejuaraan dari World Series menjadi Grand Prix ini telah disepakati oleh Ketua Umum Indonesia Jetsports Boating Association (IJBA), Syaiful "Fully" Aswar, bersama Presiden International Jet Sports Boating Association (IJSBA), Scott Frazier.



Syaiful memastikan bahwa IGP 2026 menyajikan panggung persaingan kelas wahid dengan total hadiah fantastis sebesar 200.000 dolar AS (sekitar Rp3,2 miliar), sementara peluncuran seri dunia (World Series) resmi diundur ke tahun 2027.


"Perubahan waktu ini hasil pembahasan bersama ketua jetski internasional karena masalah logistik. Akhirnya kami putuskan di Desember dan mengubah nama menjadi Grand Prix," papar Syaiful.


"Turnamen ini benar-benar diciptakan untuk menghadirkan balapan berkualitas tinggi dengan standar internasional yang sesungguhnya."



Diikuti 40 Negara dan Dorong Sport Tourism

Ratusan atlet elit dari 40 negara termasuk Australia, Selandia Baru, serta kawasan Asia dan Eropa telah mengonfirmasi kesiapan mereka untuk memanaskan perairan Ancol. Panitia menerapkan sistem kualifikasi ketat, dengan membatasi maksimal 20 peserta di putaran utama untuk kelas umum dan 18 pembalap untuk kategori elit GP.


Delapan kelas bergengsi akan dilombakan, mencakup Pro Ski GP, Pro Runabout GP, Pro-Am Endurance Open, Pro-Am Runabout 1100 Open, Pro-Am Runabout 1100 Stock, Pro-Am Runabout Stock, Amateur Ski Stock, hingga Amateur Runabout Stock.


Dimasukkannya kelas amatir ditujukan sebagai sarana pembinaan regenerasi atlet nasional. Di luar kancah olahraga, ajang ini ditargetkan menjadi motor penggerak pariwisata olahraga (sport tourism) serta menggerakkan roda ekonomi dari sektor perhotelan hingga UMKM.


"Ajang ini memberikan manfaat yang tidak hanya terbatas pada prestasi olahraga, tetapi juga berdampak positif ke banyak sektor ekonomi," tutup Syaiful.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama