BEKASI, suarapembaharuan.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menerapkan penggunaan biodiesel B50 pada sarana diesel sejak 1 Juli 2026 secara bertahap.
![]() |
| KAI menerapkan penggunaan biodiesel B50 secara bertahap sejak 1 Juli 2026. (Ist) |
Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) produksi dalam negeri tersebut, mencakup lokomotif dan kereta pembangkit setelah melalui rangkaian pengujian teknis, pemantauan komponen serta penguatan aspek keselamatan dan keandalan operasional.
Pengujian mencakup performa mesin, konsumsi bahan bakar, stabilitas pembakaran, emisi, kondisi filter, pelumas serta komponen pada sistem bahan bakar.
“KAI mulai menerapkan B50 secara bertahap pada sarana diesel sesuai kebijakan pemerintah,” kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangannya pada Selasa (14/7/2026).
Dia menambahkan, penerapan B50 merupakan bentuk dukungan KAI terhadap kebijakan pemerintah dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri.
“Setiap tahap kami persiapkan melalui pengujian teknis dan evaluasi operasional agar transisi energi tetap berjalan selaras dengan keselamatan perjalanan serta keandalan sarana,” ujarnya.
B50 merupakan bahan bakar yang terdiri atas campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen bahan bakar solar. Peningkatan bauran biodiesel memperbesar pemanfaatan energi terbarukan domestik, mengurangi kebutuhan solar berbasis fosil serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Dari sisi lingkungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan implementasi B50 secara nasional dapat mendukung penurunan emisi karbon dioksida hingga 44,46 juta ton. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan penurunan emisi melalui penerapan B40 yang mencapai 39,66 juta ton.
Pengalaman KAI menggunakan biodiesel pada tahapan sebelumnya, mulai dari B35 hingga B40, turut menjadi referensi dalam memasuki penerapan B50. Setiap peningkatan kadar biodiesel diikuti dengan penyesuaian prosedur pemeriksaan, pemeliharaan, pengelolaan bahan bakar serta kompetensi pekerja yang menangani sarana diesel.
Sejalan dengan penerapan energi yang lebih berkelanjutan pada sarana, KAI juga memperkuat kontribusinya dalam menjaga distribusi energi nasional melalui layanan logistik berbasis kereta api.
“KAI menjalankan peran dari dua sisi. Pada operasional sarana diesel, kami menerapkan B50 sebagai bagian dari transisi energi. Pada layanan logistik, KAI menjaga kelancaran distribusi BBM,” pungkasnya. (MAN)
Kategori : News
Editor : ARS

Posting Komentar