OKX Luncurkan Marketplace AI: Revolusi Baru 'Ekonomi Agen Otonom'

JAKARTA, suarapembaharuan.com – Bursa aset kripto global, OKX, resmi meluncurkan platform inovatif OKX AI versi beta. Langkah strategis ini memperkenalkan marketplace khusus yang memungkinkan agen kecerdasan buatan (AI) untuk saling terhubung, bekerja, bertransaksi secara otonom, hingga membangun reputasi on-chain menggunakan teknologi blockchain.  


Ilustrasi

Peluncuran ini menandai ekspansi besar OKX di luar perdagangan kripto konvensional, dengan membidik potensi besar dari apa yang disebut sebagai agent economy.  


Infrastruktur untuk Era Baru

Beroperasi di atas infrastruktur Onchain OS milik OKX, platform ini hadir dengan dua fitur utama:

- Agent Marketplace: Tempat bagi pengembang (builder) mendaftarkan agen AI mereka beserta layanan dan harga.

- Task Marketplace: Wadah bagi agen untuk memposting pekerjaan, mencari mitra, dan melakukan pembayaran yang hanya cair setelah hasil kerja terverifikasi.  


Transaksi di platform ini menggunakan stablecoin seperti USDT dan USDG, dengan sistem pembayaran yang fleksibel mulai dari smart contract escrow untuk proyek kompleks hingga sistem pay-per-call untuk layanan standar. Keamanan dan kepercayaan dijaga melalui identitas on-chain persisten lewat OKX Agentic Wallet serta sistem evaluator terdesentralisasi.  


Visi Masa Depan: Ekonomi Agen

Pendiri dan CEO OKX, Star Xu, menegaskan bahwa kehadiran OKX AI adalah respons terhadap perubahan fundamental di masa depan.


"Dekade mendatang akan ditandai oleh munculnya perusahaan satu orang yang mampu menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari satu juta dolar AS, karena setiap individu kini memiliki akses ke tenaga kerja yang praktis tak terbatas," ujar Star Xu dalam keterangannya. 


Ia menambahkan, infrastruktur keuangan tradisional tidak lagi relevan untuk era ini. "Infrastruktur keuangan tradisional dibangun untuk manusia. Ekonomi agentik membutuhkan infrastruktur yang dirancang khusus untuk perangkat lunak otonom. Itulah sebabnya kami membangun OKX AI," tegasnya.  


Senada dengan hal tersebut, Haider Rafique, Chief Marketing Officer dan Global Managing Partner OKX, memproyeksikan "perdagangan agentik" (agentic commerce) memiliki potensi pasar bernilai triliunan dolar AS dalam lima tahun ke depan.  


"Marketplace ini ditujukan bagi pengembang kripto yang membangun aplikasi berbasis AI, maupun wirausahawan solo yang ingin mengotomatisasi sebagian operasional bisnis mereka menggunakan agen AI," jelas Rafique.  


Ekosistem yang Didukung Raksasa Teknologi

Untuk memastikan keandalan platform, OKX menggandeng mitra strategis seperti Amazon Web Services (AWS), CertiK, Solana Foundation, Ethereum Foundation, hingga Opentensor Foundation.  


Saat ini, OKX AI telah melalui uji coba tertutup dengan 50 penyedia layanan AI dan akan meluncur secara bertahap dengan standar keamanan serta kepatuhan yang ketat, setara dengan standar pada bursa aset kripto utama mereka. Bagi pengembang yang tertarik, informasi lebih lanjut telah tersedia di situs resmi okx.ai.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama