TANGERANG, suarapembaharuan.com – Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Da'i Preneur Indonesia menjalin silaturahmi sekaligus membangun sinergi dengan Pemerintah Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, sebagai langkah awal mendukung rencana pembangunan kawasan pesantren terpadu di Desa Tapos.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Tigaraksa pada Rabu (1/7/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pengelola pesantren dengan pemerintah daerah menjelang dimulainya pembangunan kawasan pendidikan yang mengusung konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan agro wisata.
Rombongan Ponpes Da'i Preneur Indonesia dipimpin langsung oleh pendiri sekaligus pengasuh pesantren, KH. Syahdan. Turut hadir komedian senior Azis Gagap yang menjadi pembina pesantren serta Ketua BPD Desa Tapos, Syahrudin. Kehadiran mereka disambut Camat Tigaraksa, H. Cucu Abdurrosyied, S.H., S.IP., M.Si.
Dalam pertemuan tersebut, KH. Syahdan memaparkan visi pembangunan Pondok Pesantren Da'i Preneur Indonesia yang akan berdiri di Kampung Tapos Gardu, Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa. Menurutnya, pesantren tidak hanya difokuskan sebagai pusat pendidikan Islam, tetapi juga dirancang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi berbasis desa.
"Kami ingin menghadirkan pesantren yang tumbuh bersama masyarakat. Santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga belajar mengelola potensi desa, mencintai pertanian, berwirausaha, dan menjadi solusi bagi lingkungan sekitarnya. Semoga kehadiran pesantren ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun Tigaraksa yang lebih maju dan religius," ujar KH. Syahdan.
Ia menjelaskan, kawasan pesantren akan dibangun secara bertahap di atas lahan seluas sekitar 1,7 hektare. Selain menyediakan ruang belajar dan asrama santri, kawasan tersebut juga dirancang memiliki sentra pertanian, peternakan, kawasan agro wisata, hingga wisata religi.
Konsep tersebut diharapkan tidak hanya mendukung proses pendidikan para santri, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata berbasis potensi lokal.
Pembina Ponpes Da'i Preneur Indonesia, Azis Gagap, menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan pesantren yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Kami percaya pesantren yang baik lahir dari kebersamaan. Karena itu kami datang untuk bersilaturahmi, mendengar masukan, dan membangun sinergi dengan pemerintah kecamatan agar keberadaan pesantren nantinya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga," kata Azis Gagap.
Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan dengan pemerintah akan memperkuat pelaksanaan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Camat Tigaraksa H. Cucu Abdurrosyied menyampaikan apresiasinya terhadap rencana pembangunan Ponpes Da'i Preneur Indonesia. Ia menilai konsep yang menggabungkan pendidikan keagamaan dengan pengembangan ekonomi masyarakat memiliki keselarasan dengan arah pembangunan Kecamatan Tigaraksa yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia dan optimalisasi potensi lokal.
"Kami mengapresiasi inisiatif ini. Kehadiran pesantren bukan hanya akan memperkuat pendidikan keagamaan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata berbasis masyarakat. Pemerintah Kecamatan siap bersinergi sesuai kewenangan agar rencana yang baik ini dapat berjalan dengan lancar," ujar Cucu Abdurrosyied.
Ia berharap keberadaan Ponpes Da'i Preneur Indonesia nantinya dapat menjadi salah satu pusat lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga berkarakter, mandiri, serta memiliki kemampuan berwirausaha.
Menurutnya, pengembangan pesantren dengan konsep pendidikan terpadu dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan Kabupaten Tangerang, terutama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul sekaligus mampu mengembangkan potensi daerah.
Sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut, prosesi peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Da'i Preneur Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026. Momentum tersebut akan menjadi penanda dimulainya pembangunan kawasan pendidikan yang mengintegrasikan dakwah, penguatan kemandirian ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sektor pertanian dan wisata berbasis potensi lokal.
Melalui sinergi antara pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan Ponpes Da'i Preneur Indonesia diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan, maupun pengembangan kawasan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Desa Tapos dan Kabupaten Tangerang secara umum.
Kategori : News
Editor : AHS

Posting Komentar