DOLOKSANGGUL, suarapembaharuan.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menjadi momentum mengenang perjalanan panjang lahirnya daerah otonom tersebut. Salah satu tokoh yang berperan besar dalam proses pembentukannya, Dr. RE Nainggolan, MM, mengisahkan kembali sejarah pemekaran Kabupaten Humbahas saat menyampaikan sambutan pada puncak peringatan HUT di Kompleks Kantor Bupati, Bukit Inspirasi, Doloksanggul, Selasa (28/7/2026).
RE Nainggolan yang menjabat Bupati Tapanuli Utara periode 1999–2004 menjelaskan bahwa pembentukan sebuah daerah otonom baru tidak mungkin terwujud tanpa persetujuan pemerintah kabupaten induk. Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara ketika itu bukan hanya memberikan persetujuan, tetapi juga aktif mendorong proses pemekaran.
“Saya menerima para tokoh masyarakat Humbang ke Kantor Bupati Tapanuli Utara di Tarutung dan saya meminta agar mereka mulai mempersiapkan langkah-langkah pemekaran,” sedang disisi lain saya menugaskan staf untuk mempersiapkan semua bahan yg sesuai dgn aturan perundang undangan yg berlaku.ujar RE.
Tokoh yang di puncak karier birokratnya dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara itu juga mengungkapkan bahwa pada tahap awal, banyak mengalami kesulitan, apakah itu dana, kesiapan masyarakat dan ketenangan Masy baik di wilayah yg akan dibentuk maupun yang akan tetap di kabupaten induk.
Pemkab Tapanuli Utara yg menginisiasi,mendorong, mendukung dan menggunakan agar Kabupaten ini segera dibentuk dan diresmikan. Agak berbeda dengan sikap sejumlah daerah lain yang cenderung mempertahankan wilayah administratifnya. Menurut RE, orientasi utamanya ketika itu adalah mempercepat pemerataan pembangunan, baik bagi daerah yang dimekarkan maupun kabupaten induk.
Dalam kesempatan tersebut, RE juga menjelaskan alasan Kecamatan Siborongborong dan Muara tetap berada di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, meskipun pada masa itu muncul aspirasi dari sebagian masyarakat agar kedua kecamatan tersebut bergabung ke Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kesaksian RE mendapat penguatan dari tokoh masyarakat Humbang Hasundutan, antara lain Patar Simamora ,Somuntul Banjarnahor, yang turut hadir dalam peringatan HUT tersebut. Menurutnya, dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara di bawah kepemimpinan RE Nainggolan menjadi faktor utama dalam keberhasilan proses pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Puji Tuhan, saat itu Bupati Tapanuli Utara adalah Pak RE. Tanpa dukungan beliau, bisa saja Humbahas belum terbentuk hingga sekarang,” katanya.
*Prasasti Penghormatan bagi Para Pemrakarsa*
Pada kesempatan yang sama, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH menandatangani sebuah prasasti penghormatan sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh, panitia, serta seluruh elemen masyarakat yang berperan dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Prasasti tersebut memuat nama-nama para pejuang pemekaran dan diresmikan sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-23 Kabupaten Humbang Hasundutan.
Prosesi peresmian diawali dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Humbahas, dilanjutkan pengguntingan pita oleh RE Nainggolan selaku salah seorang tokoh pemrakarsa pemekaran daerah. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelepasan burung merpati dan balon oleh para pemrakarsa serta penanaman pohon pulai (Alstonia scholaris) oleh Bupati Humbahas bersama Sekretaris Daerah Christison Rudianto Marbun.
Bupati Oloan Nababan mengatakan, prasasti tersebut merupakan simbol penghormatan pemerintah daerah kepada para pendiri Kabupaten Humbang Hasundutan yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi terwujudnya daerah otonom tersebut.
Menurut dia, keberadaan prasasti bukan sekadar penanda sejarah, melainkan pengingat bahwa Kabupaten Humbang Hasundutan lahir dari semangat persatuan, pengorbanan, dan kolaborasi berbagai unsur masyarakat bersama pemerintah.
“Perjuangan para pemrakarsa telah membuka jalan bagi percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, nilai-nilai perjuangan mereka harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi penerus,” ujarnya.
*Defile Kecamatan Tampilkan Budaya dan Potensi Daerah*
Peringatan HUT ke-23 Kabupaten Humbang Hasundutan juga dimeriahkan dengan defile yang diikuti seluruh kecamatan. Ribuan masyarakat memadati kawasan Bukit Inspirasi untuk menyaksikan parade yang menampilkan beragam potensi unggulan dari masing-masing wilayah.
Setiap kontingen menghadirkan atraksi khas, mulai dari penggunaan tandok sebagai simbol budaya Batak, pameran hasil pertanian unggulan, hingga potensi peternakan berupa ayam dan bebek. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memenuhi sepanjang rute defile.
Parade juga menampilkan putri-putri daerah Humbang Hasundutan yang mengenakan busana adat, memperkuat nuansa budaya dalam perayaan hari jadi kabupaten.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berharap masyarakat semakin mengenal dan mencintai potensi daerahnya, sekaligus memperkuat persatuan antarkecamatan dalam mendukung pembangunan.
Suasana penuh antusiasme tampak sepanjang pelaksanaan defile. Tepuk tangan, sorak-sorai, dan lambaian tangan warga mengiringi setiap rombongan yang melintas, mencerminkan kebanggaan masyarakat terhadap perjalanan Kabupaten Humbang Hasundutan yang kini telah memasuki usia ke-23.
Peringatan hari jadi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan nilai-nilai budaya, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan melalui optimalisasi potensi yang dimiliki setiap wilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kategori : News
Editor : ARS





Posting Komentar