JAKARTA, suarapembaharuan.com - Perkembangan teknologi kedokteran gigi modern menuntut ketepatan diagnosis yang tinggi. Filosofi utama saat ini bukan sekadar mengganti gigi secepat mungkin, melainkan mempertahankan gigi alami semaksimal mungkin sebelum mengambil langkah rehabilitasi implan.
Kemajuan teknologi kedokteran gigi saat ini telah membuka jalan bagi berbagai pilihan perawatan yang kian canggih. Namun, tingkat keberhasilan sebuah tindakan medis sangat bergantung pada ketepatan diagnosis serta kompetensi dokter dalam memilih terapi yang paling efektif dan tepat sasaran bagi setiap pasien.
Prinsip inilah yang diterapkan oleh drg. Christine Hendriono, Sp.KG, FICD, MSc Implant (Rome), GCOI. Sebagai praktisi yang menguasai dua bidang klinis yang saling melengkapi yakni Konservasi Gigi dan Bedah Implan (Oral Surgery & Implantology) ia menegaskan bahwa prioritas utama dalam kedokteran gigi modern adalah menyelamatkan gigi alami pasien.
“Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda. Prioritas kami adalah mempertahankan gigi asli selama masih memungkinkan. Namun apabila gigi sudah tidak dapat dipertahankan, maka rehabilitasi dengan implan harus dilakukan melalui perencanaan yang matang agar memberikan hasil yang nyaman, fungsional, dan bertahan dalam jangka panjang,” tegas drg. Christine.
Sinergi Konservasi Gigi dan Bedah Implan
Sebagai Spesialis Konservasi Gigi, drg. Christine berfokus penuh pada penyelamatan gigi alami melalui berbagai prosedur seperti perawatan saluran akar (root canal treatment), restorasi gigi, hingga rehabilitasi estetik dengan teknik veneer minimal invasif.
Di sisi lain, kompetensinya yang mendalam di bidang Bedah Implan memungkinkannya menangani kasus kehilangan gigi yang kompleks. Ini mencakup tindakan bedah lanjutan, regenerasi tulang (bone graft), manajemen jaringan lunak, hingga rehabilitasi penuh dengan konsep berteknologi tinggi seperti All-on-X.
Kombinasi keahlian ganda ini memberikan keuntungan besar bagi pasien, karena penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir mulai dari mempertahankan struktur gigi yang ada hingga solusi penggantian total saat pencabutan menjadi pilihan terbaik.
Standar Internasional dan Pengakuan Global
Komitmen tinggi terhadap mutu layanan medis membawa drg. Christine menempuh pendidikan Master of Science in Implantology di UniCamillus International Medical University, Roma, Italia, setelah sebelumnya merampungkan spesialisasinya di Universitas Trisakti.
Tak berhenti di situ, ia aktif mengikuti pelatihan implantologi tingkat lanjut di berbagai institusi dunia, seperti Advanced Periodontal & Implant Surgery di Seoul National University, Mastership Zygoma, Pterygoid & All-on-X with Immediate Loading, hingga program tingkat lanjut di Roma.
Rekam jejak akademiknya juga diperkuat dengan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Best Presentation Award di ajang International Federation of Endodontic Association (IFEA) World Endodontic Congress serta Best Case Report pada Temu Ilmiah Nasional IKORGI (TINI) II.
Solusi Komprehensif di J Smile Dental Clinic
Seluruh keahlian dan standar internasional tersebut kini dihadirkan melalui praktiknya di J Smile Dental Clinic. Dengan dukungan teknologi digital terkini, setiap prosedur mulai dari perawatan saluran akar, pemasangan implan tunggal maupun kompleks, hingga regenerasi jaringan tulang dilakukan dengan tingkat presisi yang optimal.
Melalui pendekatan berbasis bukti ilmiah (evidence-based dentistry), drg. Christine terus membuktikan bahwa perpaduan antara ketelitian konservasi dan kecanggihan bedah implan mampu memberikan kualitas hidup dan senyum optimal yang aman serta tahan lama bagi pasien.
Kategori : News
Editor : AHS


Posting Komentar