BANJARBARU, suarapembaharuan.com – Suasana duka yang menyelimuti jalur alternatif Banjarbaru–Batulicin diwarnai langkah cepat negara dan solidaritas kemanusiaan. Di tengah isak tangis keluarga yang kehilangan, empat ahli waris korban kecelakaan maut resmi menerima hak santunan, beriringan dengan nyala obor empati dari masyarakat.
PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Selatan bergerak cepat menyerahkan santunan senilai Rp50 juta kepada masing-masing ahli waris korban meninggal dunia. Penyerahan hak perlindungan dasar ini dilakukan bersamaan dengan penyaluran bantuan sosial dari jajaran kepolisian di Kabupaten Tanah Bumbu pada Rabu (5/8/2026).
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Selatan, Ahmad Arkan Nugraha, menegaskan bahwa santunan tersebut merupakan bentuk kehadiran nyata negara untuk meringankan beban keluarga korban yang ditinggalkan.
“Santunan ini merupakan hak ahli waris korban meninggal dunia sebagai bentuk perlindungan dasar bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan,” ujar Ahmad Arkan Nugraha menegaskan komitmen lembaganya dalam merespons cepat tragedi kemanusiaan ini.
Senada dengan hal tersebut, Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Novy Adi Wibowo, S.I.K., turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden tragis yang merenggut nyawa para korban, termasuk mahasiswa KKN dan pengemudi. Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi keluarga korban apabila memerlukan pendampingan hukum lebih lanjut.
“Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Pesan Bapak Kapolda, apabila ada hal-hal yang berkaitan dengan para korban, silakan disampaikan kepada kami. Kepolisian siap membantu dan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKBP Novy Adi Wibowo.
Di sisi lain, gelombang empati publik turut bergemuruh di sepanjang jalan. Aksi menyalakan obor dan doa bersama diinisiasi oleh warga sebagai simbol solidaritas sekaligus pengingat tajam agar keselamatan di jalur alternatif Banjarbaru–Batulicin mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.
Dengan cairnya santunan negara serta kuatnya dukungan moril lintas elemen masyarakat, duka di jalur Banjarbaru–Batulicin diharapkan berangsur pulih, sekaligus menjadi momentum evaluasi total demi keamanan berlalu lintas di Kalimantan Selatan.
Kategori : News
Editor : AHS




Posting Komentar