Lisda Hendrajoni Dorong Optimalisasi Potensi Perempuan di Sektor UMKM dan Akses Pendidikan Digital Berkelanjutan
JAKARTA, suarapembaharuan.com - Penguatan kapasitas perempuan Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan literasi digital menjadi syarat mutlak dalam membangun kemandirian bangsa di era modern. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Lisda menyampaikan dukungan penuhnya terhadap gagasan yang dilontarkan Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Victor Bungtilu Laiskodat, mengenai pentingnya pemberian insentif khusus bagi para ibu rumah tangga. Menurutnya, skema penguatan tersebut merupakan langkah strategis yang sangat dinantikan untuk meningkatkan peran serta posisi tawar perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Penguatan kepada perempuan, terlebih untuk seorang ibu, dalam bentuk apa pun seperti yang disampaikan Ketua Fraksi, saya kira merupakan hal yang sangat penting bagi perempuan Indonesia saat ini,” ujar Lisda di sela-sela agenda Sidang Tahunan MPR RI.
Sebagai figur yang konsisten bergerak di bidang pemberdayaan perempuan, Lisda menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan adalah fondasi paling mendasar. Menurutnya, ilmu memberi daya akselerasi bagi perempuan untuk mengeksplorasi berbagai potensi diri, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kini mayoritas digerakkan oleh kaum perempuan.
“Terpenting bagi perempuan Indonesia yaitu memiliki ilmu. Karena mereka berilmu, mereka bisa semuanya. Termasuk penguatan pada UMKM yang sekarang ini sebenarnya lebih banyak digerakkan oleh perempuan,” cetus Lisda.
Langkah nyata untuk mewujudkan komitmen tersebut ditunjukkan Lisda dengan menginisiasi dan mendirikan Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Digital Indonesia (FK PKBM Digital Indonesia). Wadah ini dihadirkan guna membuka akses pendidikan digital yang merata dan memperluas literasi teknologi bagi kaum perempuan di berbagai daerah.
Tak hanya fokus pada ranah digital dan UMKM, Politisi Partai NasDem ini juga menyoroti dampak positif dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program prioritas tersebut berhasil menciptakan ekosistem pemberdayaan ekonomi inklusif bagi kaum ibu.
“Alhamdulillah, dengan hadirnya program MBG saat ini, penyerapan tenaga kerja rata-rata mencapai 80 hingga 90 persen adalah ibu-ibu. Kurang lebih ada 50 pekerja di tiap titik pemberdayaan yang mayoritas perempuan. Manfaatnya berlipat: anak-anak, balita, lansia, dan pelajar mendapat gizi seimbang, sementara para ibu mendapatkan kemandirian ekonomi,” pungkas Lisda.
Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Digital Indonesia (FK PKBM Digital Indonesia).
Sebagai inisiator dan pendiri, Dr. Hj. Lisda didaulat sebagai Ketua Dewan Pengawas, bersama dua Doktor ahli Artifisial Intelegence (AI) Dr. Taufik Asmiyanto dari Universitas Indonesia dan Dr Agus Laksono, yang praktisi Binsis dan Indistri Telco.
Pada kesempatan yang sama, melalui forum demokratis, ditetapkan secara aklamasi, di Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Digital Indonesia (FK PKBM Digital Indonesia), terpilih Bambang Haryanto (Ketua Umum), Totok Rahardjo (Sekretaris Umum), Muhajir (Bendahara Umum), dan Slamet Riyadi, Hariangga Pancanegara dan, Resmawan (sebagi Ketua Bidang).

Posting Komentar