SIAK, suarapembaharuan.com – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan komunitas adat terus dilakukan melalui pelaksanaan Hibah Dikti Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026. Tim pengabdian yang diketuai oleh Dr. Sri Maulidiah, S.Sos., M.Si bersama anggota Dr. Desy Mardianty, S.E., M.Si dan Khairul Hadi, S.Pi., M.Si, beserta Mahasiswa melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Melalui Inovasi Teknologi Produksi Ikan Salai pada Kelompok Pengolah dan Pemasar (POHLASAR) Nelayan Suku Sakai Berseri Kabupaten Siak.”
Kegiatan yang berlangsung di Kampung Libo Jaya, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, pada Selasa, 18 Agustus 2026, mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Efariani Fakri, S.Pi., M.Si selaku Tim Penyuluh Perikanan Kabupaten Siak serta Kelompok POHLASAR Nelayan Suku Sakai Berseri sebagai mitra program.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi program, pelatihan pengolahan ikan salai, penerapan teknologi oven pengasapan ikan modern, pendampingan penerbitan legalitas usaha berupa PIRT dan NIB, serta pelatihan pemasaran produk melalui media sosial.
Ketua tim, Dr. Sri Maulidiah, menjelaskan bahwa inovasi teknologi oven pengasapan merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas produk ikan salai yang selama ini masih diproduksi secara tradisional. Dengan penggunaan teknologi yang lebih modern, proses pengasapan menjadi lebih higienis, efisien, dan mampu menghasilkan produk yang memiliki daya simpan lebih lama.
“Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat kemampuan manajerial dan pemasaran kelompok usaha sehingga mereka dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dari aspek produksi, penerapan teknologi dan peningkatan sarana pengolahan diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memenuhi standar keamanan pangan. Pada aspek manajemen, pendampingan pencatatan keuangan yang sistematis serta pengurusan legalitas usaha melalui PIRT dan NIB akan memperkuat kelembagaan kelompok sehingga memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar modern.
Sementara itu, pada aspek pemasaran, peserta diberikan pelatihan mengenai strategi branding, promosi digital, dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jaringan distribusi produk ikan salai hingga ke tingkat regional maupun nasional.
Tim Penyuluh Perikanan Kabupaten Siak, Efariani Fakri, S.Pi., M.Si, menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat nelayan, khususnya komunitas adat Suku Sakai di Kampung Libo Jaya. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat merupakan langkah strategis dalam mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Secara keseluruhan, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota POHLASAR Nelayan Suku Sakai Berseri, memperkuat kelembagaan usaha, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat adat. Kehadiran teknologi, legalitas usaha, dan strategi pemasaran yang lebih modern menjadi bekal penting bagi kelompok dalam menghadapi persaingan pasar dan meningkatkan daya saing produk ikan salai Kabupaten Siak.
Melalui Program Hibah Dikti Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat 2026 ini, diharapkan tercipta model pemberdayaan yang berkelanjutan sehingga potensi ekonomi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya komunitas Nelayan Suku Sakai Berseri di Kabupaten Siak.
Kategori : News
Editor : ARS




Posting Komentar