IN-APPS 2026 Genjot Ekosistem Aplikasi Menuju Ekonomi Digital Global

TANGERANG, suarapembaharuan.com — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi membuka ajang Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 di Nusantara Hall, ICE BSD City, Tangerang, Senin (14/9/2026). Perhelatan akbar yang berlangsung selama dua hari hingga 15 September 2026 ini mengusung tema strategis “Application as the New Engine of Creative Economy Growth” serta menjadi rangkaian penting menuju World Conference on Creative Economy (WCCE).  



Pembukaan acara yang diinisiasi oleh KemenEkraf ini diawali dengan laporan kegiatan oleh Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi KemenEkraf, Muhammad Neil El Himam. Acara kemudian dilanjutkan dengan Opening Speech secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya.  


Dalam sambutannya, Teuku Riefky menekankan pentingnya sinergi nasional dalam membangun daya saing aplikasi lokal di kancah internasional.  


“IN-APPS 2026 adalah wujud komitmen kita bersama untuk terus mendorong pertumbuhan ekosistem aplikasi dan ekonomi digital Indonesia. Kolaborasi lintas sektor yang terjalin hari ini menjadi pondasi penting bagi lahirnya inovasi-inovasi baru yang berdaya saing global,” tegas Teuku Riefky Harsya.  


Kolaborasi Lintas Sektor dan Penandatanganan MoU

Kemeriahan pembukaan turut dihadiri oleh sederet pejabat tinggi dan tokoh nasional, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Utusan Khusus Presiden untuk Pengembangan Generasi Muda dan Seniman Raffi Ahmad, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M., M.Han, serta Boni Pudjianto selaku Head of Agency for Human Resources Development on Communications and Digital dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI.  


Gubernur Banten Andra Soni menyambut antusias penyelenggaraan akbar ini di wilayahnya.  


“Kami menyambut baik penyelenggaraan IN-APPS 2026 di Banten. Ini menjadi kesempatan besar bagi pelaku ekonomi digital lokal untuk terhubung dengan ekosistem yang lebih luas,” ujar Andra Soni.  



Dukungan terhadap penguatan talenta muda juga disuarakan oleh Raffi Ahmad.  


“Generasi muda Indonesia punya potensi besar di dunia digital dan kreatif. IN-APPS 2026 menjadi ruang bagi mereka untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkap Raffi Ahmad.  


Dari aspek pengembangan sumber daya manusia, Boni Pudjianto menegaskan komitmen pemerintah dalam melahirkan talenta digital berkualitas.  


“Penguatan sumber daya manusia digital menjadi kunci keberlanjutan ekosistem aplikasi nasional. Kami berkomitmen mendukung pengembangan talenta digital agar mampu bersaing di kancah global,” kata Boni Pudjianto.  


Sementara itu, Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi menyoroti krusialnya aspek keamanan dalam ekosistem digital.  


“Keamanan siber adalah fondasi penting dalam pengembangan ekosistem aplikasi digital. BSSN berkomitmen mendukung terciptanya ruang digital yang aman bagi seluruh pelaku industri,” tegas Nugroho Sulistyo Budi.  


Rangkaian pembukaan ini juga diwarnai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta pemberian Appreciation Award. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sekretaris KemenEkraf/Sestama Badan Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati dan Chief Operating Officer of D HUB Special Economic Zone Sinar Mas Land, Lindawaty. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, Gubernur Banten Andra Soni, serta Chief Executive Officer Urban Solution & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap. Agenda pembukaan ditutup dengan peninjauan area pameran (VIP Walk Through) oleh para tamu undangan VIP.  


Platform Berkelanjutan bagi Industri Aplikasi

IN-APPS 2026 terselenggara berkat kolaborasi erat antara Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif sebagai host, ASPILUKI sebagai co-host, serta KAYA Indonesia sebagai organizer yang didukung penuh oleh Digitalhub dan Sinar Mas Land.  


Presiden Direktur KAYA Indonesia, Aditya Adiguna, berharap ajang ini mampu menjadi katalisator jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan industri teknologi.  


“Sebagai penyelenggara, kami berharap IN-APPS 2026 dapat menjadi platform berkelanjutan yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan ekosistem aplikasi digital Indonesia, dari pemerintah hingga pelaku industri,” pungkas Aditya Adiguna.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama