Karyawan De Club Arjuna Gelar Aksi di Balai Kota DKI, Minta Tempat Usaha Segera Dibuka

JAKARTA, suarapembaharuan.com – Sekitar 50 karyawan dan perwakilan manajemen De Club Arjuna menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Balai Kota DKI Jakarta dan kawasan Kolam A Silang Monas Selatan, Jakarta, Senin (21/9/2026).



Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait penutupan tempat usaha De Club Arjuna yang disebut telah berlangsung selama sekitar tiga bulan sejak Juni 2026. 


Para pekerja mengaku kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas kerja dan penghasilan mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Massa tiba di Kantor Balai Kota DKI Jakarta sekitar pukul 10.05 WIB. Mereka membawa sejumlah alat peraga, antara lain spanduk, replika keranda, bunga mawar, dan pengeras suara.



Sejumlah tulisan yang dibawa massa antara lain "Tolong perhatikan kami", "Anak kami perlu makan", "Kepada siapa kami harus mengadu?" dan "Di mana hukum berada".


Dalam penyampaian aspirasinya, perwakilan manajemen De Club Arjuna, Sony, mengatakan tempat usaha mereka telah ditutup setelah adanya pendudukan oleh organisasi masyarakat (ormas) yang disebut sebagai GRIB Jaya.


Menurut Sony, kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 300 karyawan yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas usaha tersebut. Ia juga menyebut telah ada tiga tersangka dalam perkara yang berkaitan dengan persoalan tersebut berdasarkan penanganan Polres Metro Jakarta Barat.



Sony juga menyampaikan bahwa pihaknya pernah mengalami insiden kekerasan yang diduga dilakukan anggota ormas. Ia menyebut seorang pengacara yang mendampingi pihaknya pernah mengalami penusukan dan terdapat pihak lain yang dipukul menggunakan benda tumpul.


"Kami ada lebih dari 300 karyawan yang bergantung hidupnya dari tempat ini. Ini sangat terdampak langsung bagi karyawan kami," kata Sony dalam audiensi di Balai Kota DKI Jakarta.


Pihak manajemen juga membantah anggapan bahwa tempat usaha tersebut beroperasi tanpa perizinan. Menurut Sony, perizinan usaha De Club Arjuna telah dipenuhi.



"Kami mohon kepada bapak dan ibu untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar kasus ini segera terselesaikan dan Arjuna bisa dibuka kembali," ujarnya.


Sekitar pukul 10.15 WIB, tujuh perwakilan massa diterima untuk mengikuti audiensi di Ruang Rapat Graha Ali Sadikin. Mereka terdiri dari pengelola, manajemen, serta sejumlah karyawan De Club Arjuna.


Audiensi tersebut dihadiri perwakilan Biro Hukum, Satpol PP, Kesbangpol, Dinas Tenaga Kerja, serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta.


Dalam audiensi, perwakilan Pemprov DKI Jakarta menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap perizinan usaha De Club Arjuna. 



Berdasarkan pemeriksaan melalui sistem perizinan, disebutkan bahwa izin usaha telah terbit.


Pemprov DKI juga menyatakan pernah mendatangi lokasi dan menemukan tempat tersebut dalam kondisi diduduki atau dikuasai pihak lain.


Terkait persoalan lahan dan penguasaan lokasi, Pemprov DKI menyebut proses pemeriksaan masih berlangsung karena masing-masing pihak disebut memiliki dasar hukum. 


Karena itu, penyelesaian perkara diminta mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.


Perwakilan Pemprov DKI juga menyampaikan bahwa penguasaan lahan secara sepihak dapat menjadi persoalan hukum yang kewenangannya berada pada aparat penegak hukum.



Pemprov DKI menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan menyampaikan hasil pembahasan kepada pimpinan untuk mencari penyelesaian atas persoalan yang dihadapi pekerja dan manajemen De Club Arjuna.


Setelah audiensi berlangsung, massa kemudian bergerak menuju kawasan Kolam A Silang Monas Selatan.


 Sekitar pukul 10.26 WIB, massa melakukan long march dengan pengawalan personel kepolisian.


Setibanya di Kolam A Silang Monas Selatan sekitar pukul 10.35 WIB, massa kembali membentangkan spanduk dan poster serta menyampaikan aspirasi. 


Aksi tersebut mendapat pengamanan dari personel kepolisian dan negosiator polisi wanita.


Sekitar pukul 10.50 WIB, aksi di kawasan Kolam A Silang Monas Selatan dinyatakan selesai.


 Massa kemudian menuju kawasan IRTI Monas untuk menunggu perwakilan mereka yang masih mengikuti proses audiensi di Balai Kota DKI Jakarta.


Sekitar pukul 12.15 WIB, perwakilan massa bergabung dengan peserta aksi lainnya di IRTI Monas dan menyampaikan hasil audiensi yang telah dilakukan.


Selanjutnya, sekitar pukul 12.24 WIB, massa karyawan De Club Arjuna mulai meninggalkan area parkir IRTI Monas untuk kembali ke rumah masing-masing.


Seluruh rangkaian aksi berlangsung dengan situasi aman dan terkendali.***


Kategori : News


Editor     : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama