KBRI Beijing Luncurkan i-CorpU, Inovasi Imigrasi Rp0 Pertama di Luar Negeri

BEIJING, suarapembaharuan.com — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing membuat terobosan baru dengan meluncurkan Immigration Corporate University (i-CorpU) Beijing, sebuah platform pembelajaran digital berbasis micro-learning untuk memperkuat kompetensi layanan keimigrasian di perwakilan luar negeri.  



Inovasi yang diinisiasi oleh Atase Imigrasi KBRI Beijing, Herawan Sukoaji, ini hadir untuk menjawab tantangan mobilitas WNI yang tinggi serta hambatan operasional seperti pembatasan akses internet (Great Firewall) di Tiongkok. Menariknya, platform canggih ini dibangun dengan anggaran Nol Rupiah. 

 

Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Beijing, Parulian Silalahi, menegaskan bahwa platform ini menjadi momentum penting bagi staf lokal untuk mengasah profesionalisme kerja.



"i-CorpU Beijing merupakan momentum pembelajaran berharga bagi staf lokal untuk mengasah profesionalisme, meningkatkan pemahaman regulasi, dan menekan potensi human error dalam pelayanan publik, sembari memaksimalkan kapasitas agar dapat ditempatkan di fungsi manapun penugasan diberikan," ujar Parulian Silalahi pada keterangannya Jumat (4/9/2026).

  

Solusi Fleksibel dengan Enam Modul Inti


Mengusung metode micro-learning berdurasi singkat (5–10 menit), i-CorpU Beijing menyediakan enam modul keimigrasian esensial:  

- Pelayanan Prima  

- Paspor  

- Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP)  

- Visa  

-Affidavit  



Perlindungan WNI dari TPPO/TPPM  


Platform ini juga dilengkapi dengan fitur penunjang seperti evaluasi Pre-Test dan Post-Test berstandar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 85, sertifikat otomatis, repositori regulasi (JDIH), hingga dashboard monitoring real-time bagi pimpinan.  


Target Efisiensi dan Replikasi Global


Melalui implementasi i-CorpU Beijing, KBRI Beijing menargetkan waktu penyerapan regulasi baru bisa dipangkas maksimal 24 jam. Selain itu, tingkat human error ditekan hingga 50 persen (dari 8 persen menjadi 4 persen), serta mendongkrak Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) hingga di atas 4,5.  


Program ini memiliki roadmap hingga tahun 2028, yang tidak hanya diterapkan di KBRI Beijing, tetapi juga diproyeksikan untuk direplikasi ke berbagai Perwakilan RI lainnya di luar negeri seperti KJRI Guangzhou, Hong Kong, Shanghai, hingga kawasan Jepang dan Korea.


Kategori : News


Editor     : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama