JAKARTA, suarapembaharuan.com - PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) meraih empat penghargaan di ajang Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards 2026 (IQSA Awards 2026) yang digelar Majalah Business Asia Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Penghargaan yang diterima PMSol yaitu The Best QHSE Digital Innovation 2026, The Best QHSE Company Concerned 2026, dan The Best Safety Induction 2026. Penghargaan juga diberikan kepada Manager HSSE PMSol, Febry Donny sebagai The Best QHSE Leadership 2026.
Raihan tersebut merefleksikan upaya PMSol menjadikan aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan perlindungan lingkungan sebagai bagian penting dari keandalan operasional.
Sebagai penyedia solusi kemaritiman, PMSol terus memperkuat penerapan Health, Safety, Security & Environment (HSSE) melalui kepemimpinan, digitalisasi proses, serta penguatan budaya keselamatan.
Salah satu inovasi yang menjadi bagian dari transformasi tersebut adalah HSSE Induction, sebuah platform web internal yang digunakan untuk memastikan kru kapal mendapatkan pembekalan HSSE sebelum melakukan boarding.
Seluruh proses dibuat lebih terintegrasi, mulai dari registrasi dan pengunggahan dokumen, HSSE Induction, pre-test, materi pembekalan, hingga post-test. Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, pengguna memperoleh HSSE Passport digital yang dikelola oleh fungsi HSSE PMSol.
Digitalisasi juga diterapkan dalam pengelolaan kesehatan pekerja melalui Digital Medical Check Up (MCU). Pendekatan tersebut membuat pengelolaan kesehatan pekerja lebih terstruktur dan mudah dipantau.
Selain transformasi digital, peran kepemimpinan menjadi elemen penting untuk memastikan HSSE benar-benar terintegrasi dalam pengelolaan perusahaan.
Dewan Komisaris menjalankan fungsi oversight and direction, sedangkan Direksi mengemban tanggung jawab leadership and accountability, termasuk menetapkan target, memastikan sumber daya, serta mengintegrasikan HSSE dalam keputusan strategis dan operasional.
Pengawasan di lapangan diperkuat melalui Management Walkthrough (MWT) secara berkala untuk memastikan kesiapan peralatan, prosedur, dan personel menghadapi kondisi darurat serta menjaga keselamatan dan kesehatan kru di atas kapal.
Sementara itu, budaya keselamatan dibangun melalui apel Corporate Life Saving Rules (CLSR) setiap Senin. Forum tersebut menjadi sarana memperkuat safety awareness, meningkatkan risk awareness, dan mengingatkan kembali pentingnya kepatuhan terhadap aturan keselamatan.
Pendekatan preventif turut diperkuat melalui P-HORSE (Pertamina HSSE Online Reporting System Excellence) untuk pelaporan Unsafe Act (UA) dan Unsafe Condition (UC). Sistem ini memungkinkan temuan tidak sekadar dicatat, tetapi dipantau hingga penyelesaian corrective action.
Digitalisasi juga digunakan untuk mendukung pengawasan APD, pemantauan sanksi kru, serta proses MCU kru kapal. Dashboard monitoring APD membantu memantau proses pengadaan hingga distribusi, sedangkan dashboard sanksi kru mendokumentasikan status dan periode sanksi atas pelanggaran kru kapal.
Rangkaian inisiatif tersebut menunjukkan arah penerapan QHSE PMSol yang semakin terintegrasi, terukur, dan berbasis data.
Kategori : News
Editor : AHS

Posting Komentar