STMIK DCI Bekali UMKM Sadulur Tasikmalaya dengan AI dan Meta Ads untuk Perkuat Pemasaran Digital

TASIKMALAYA, suarapembaharuan.com — STMIK DCI mendorong peningkatan kapasitas pemasaran digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026. 



Program tersebut menyasar Forum UMKM Sadulur Tasikmalaya dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan Generative AI dan Meta Ads untuk memperkuat media promosi poster dan video untuk mengingkatkan daya saing produk lokal.


Kegiatan dengan tema “Transformasi Kapasitas Pemasaran Forum UMKM Sadulur Tasikmalaya melalui Digital Marketing Berbasis AI-Meta Ads untuk Penguatan Daya Saing Produk Lokal” berlangsung pada 12 Agustus 2026 di Gulapadi, Tasikmalaya. Sebanyak 19 peserta mengikuti kegiatan yang difokuskan pada peningkatan pemahaman dan keterampilan pemasaran digital.


Kegiatan tersebut berangkat dari persoalan yang dihadapi mitra, yakni masih minimnya pemahaman mengenai pemasaran digital berbasis AI dan Meta Ads. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan promosi produk dan menjangkau konsumen di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergeser ke kanal digital.



Melalui program ini, STMIK DCI memberikan solusi berupa pelatihan dan pendampingan pemanfaatan Generative AI untuk membuat serta mengoptimalkan konten pemasaran berupa foto dan video. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan Meta Ads sebagai salah satu sarana untuk mendukung pemasaran produk melalui platform digital.


Pelatihan dirancang dengan pendekatan yang menekankan praktik langsung. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti workshop, demonstrasi, praktik, dan pendampingan sehingga teknologi yang diperkenalkan dapat langsung dikaitkan dengan kebutuhan pemasaran produk UMKM.


Materi utama mencakup optimasi konten promosi berupa gambar dan video menggunakan Generative AI serta strategi pemasaran melalui Meta Ads. Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat peserta lebih mudah memahami cara memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan materi promosi dan mengembangkan jangkauan pemasaran produk mereka.



Program PkM ini dipimpin oleh Nanang Durahman, S.T., M.Kom., dengan anggota tim Awit Marwati Sakinah, S.Si., M.Stat. dan Lina Listiani, S.Kom., M.Kom. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan tiga orang mahasiswa Ineufina Lestari, Nurlaila dan Rifky Putra Ramadhan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan pengabdian.


Antusiasme peserta menjadi salah satu catatan positif dalam pelaksanaan program. Mitra menyambut baik materi yang diberikan karena dinilai solutif dan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini, khususnya dalam menghadapi tuntutan pemasaran yang semakin berbasis digital.


Ketua Tim PkM STMIK DCI, Nanang Durahman, S.T., M.Kom., menekankan bahwa pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.



“Semoga kegiatan ini menjadi momentum bagi para peserta untuk dapat meningkatkan kapasitas dalam pemanfaatan AI dalam pemasaran. Semoga kegiatan bukan hanya sekadar acara seremonial, akan tetapi dapat menjadi program berkelanjutan. Kami berencana akan melakukan pendampingan jangka panjang agar keahlian peserta semakin matang.”


Respons positif juga disampaikan Ketua Forum UMKM Sadulur Tasikmalaya. Menurutnya, materi yang diberikan mampu menarik perhatian peserta karena mereka mulai menyadari pentingnya strategi penjualan melalui kanal digital.


“Saya sangat bahagia, materi yang disampaikan sangat bagus dan para UMKM menunjukkan ketertarikan tinggi saat pelatihan berlangsung karena menyadari pentingnya penjualan di era digital. Kami merasa terbantu dengan adanya pelatihan dan praktik langsung ketimbang sekadar teori. Terimakasih kepada tim dan mentor semoga ilmunya bermanfaat.” ungkap Ibu Siti Nurjanah Ketua Forum UMKM Sadulur Tasikmalaya.


Bagi peserta dan mitra, keberlanjutan pendampingan menjadi salah satu harapan setelah pelaksanaan kegiatan. Mereka berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan melalui pendampingan sehingga dapat diterapkan dalam aktivitas pemasaran masing-masing.


Dari sisi hasil, peserta diharapkan mampu memahami dan menggunakan Generative AI untuk mendukung pemasaran produk serta memanfaatkan Meta Ads. Penguasaan kedua teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menghasilkan konten promosi yang lebih optimal dan membuka peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.


Dalam jangka lebih panjang, peningkatan kemampuan pemasaran digital tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan penjualan produk UMKM. Namun, dampak terhadap penjualan merupakan harapan dari program, sehingga keberhasilannya tetap bergantung pada penerapan keterampilan yang diperoleh, konsistensi promosi, kualitas produk, dan berbagai faktor bisnis lainnya.


Program Pengabdian Masyarkat Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas UMKM dalam merespons perkembangan teknologi. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat membantu masyarakat meningkatkan kapasitas dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.


Program ini juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan penjualan produk UMKM. Meskipun dampak terhadap penjualan masih memerlukan penerapan dan evaluasi lebih lanjut, peningkatan kapasitas peserta dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi modal awal untuk memperkuat strategi pemasaran produk lokal.


Bagi Forum UMKM Sadulur Tasikmalaya, penguatan kemampuan pemasaran digital menjadi langkah penting untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin dinamis. Sementara bagi STMIK DCI, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung untuk membantu masyarakat meningkatkan kapasitas dan daya saing usahanya.


Kategori : News


Editor      : ARS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama