Jakarta Pertahankan Juara Umum Kejurnas Catur 2026 dengan 17 Medali

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Percasi DKI Jakarta kembali menjadi yang terbaik di Kejurnas Catur 2026 yang digelar di Serang, Banten. Kontingen Ibu Kota menyapu 17 medali, terdiri atas enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu, untuk mempertahankan gelar juara umum.



Gelar ini melanjutkan keberhasilan Jakarta di Kejurnas Catur 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat. Dua gelar juara umum beruntun itu menegaskan konsistensi prestasi catur Jakarta di tingkat nasional.


Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga besar Percasi DKI Jakarta yang telah bekerja keras hingga meraih hasil maksimal.


"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga besar Percasi DKI Jakarta atas perjuangan dan kerja kerasnya sehingga Jakarta berhasil kembali menjadi juara umum Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026 di Banten," ujar Kenneth dalam keterangannya pada Selasa (27/10/2026).


Pria yang akrab disapa Bang Kent itu menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari persiapan matang, kedisiplinan, kerja sama tim, dan semangat juang para atlet. Ia bersyukur target yang dicanangkan sebelum kontingen bertolak ke Serang akhirnya tercapai.


"Target yang kami canangkan sebelum keberangkatan ke Serang dapat tercapai. Raihan enam medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu dengan total 17 medali merupakan hasil dari persiapan yang matang, disiplin, kerja sama tim, serta semangat juang para atlet yang luar biasa," jelasnya.



Kent menegaskan, mempertahankan gelar juara umum bukan hanya tentang medali dan trofi, tetapi juga bukti pentingnya pembinaan atlet yang berkelanjutan. Ia bangga para pecatur Jakarta dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan tampil maksimal. Ia juga mengapresiasi pelatih dan ofisial yang mendampingi atlet sejak persiapan hingga pertandingan, serta menyebut prestasi ini hasil kerja bersama seluruh elemen Percasi DKI Jakarta.


"Bagi saya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini bukan sekadar soal medali dan trofi, tetapi juga bukti bahwa pembinaan catur di DKI Jakarta terus berjalan dengan baik. Saya bangga melihat para atlet dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional," tutur dia.


Dipersembahkan untuk Gubernur dan Pemuda Indonesia

Kent mendedikasikan trofi juara umum kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan seluruh masyarakat Jakarta yang mendukung perkembangan olahraga, khususnya catur. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, ia juga mempersembahkan capaian ini kepada generasi muda Indonesia agar terus semangat mengejar prestasi dan berkontribusi bagi bangsa.


"Trofi juara umum ini saya dedikasikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, MM dan seluruh masyarakat Jakarta yang selalu memberikan dukungan kepada dunia olahraga, khususnya olahraga catur dan juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, saya mempersembahkan pencapaian titel juara umum ini kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia agar terus berani bermimpi, bekerja keras, dan mengukir prestasi untuk bangsa," ungkapnya.


Pantang Puas, Bidik Tuan Rumah 2027

Kent mengingatkan jajaran Percasi DKI Jakarta agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, hasil di Kejurnas 2026 harus menjadi pemacu untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, dan menyiapkan atlet menghadapi persaingan nasional maupun internasional.


"Ke depan, kami tidak ingin berpuas diri. Keberhasilan ini harus terus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya.


Kent juga menyoroti Kejurnas Catur 2027 yang direncanakan berlangsung di Jakarta, bertepatan dengan peringatan 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta. Menurutnya, kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan sekaligus menunjukkan kesiapan Jakarta menggelar kejuaraan nasional.



"Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi kami untuk membuktikan bahwa Jakarta tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga terus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi," kata Kepala BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu.


Ia pun berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung perjuangan Percasi DKI Jakarta dan berharap gelar ini menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus berprestasi.


"Semoga prestasi ini menjadi kebanggaan bersama dan menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi. Jakarta juara, catur Indonesia semakin berjaya," pungkasnya.


Kata Atlet dan Ketua Kontingen

Salah satu peraih medali emas, WCM Hillary Rooca Theng, mengaku bersyukur bisa membantu Jakarta mempertahankan gelar juara umum.


Menurutnya, persiapan matang bersama pelatih Kristianus Liem menjadi faktor penting di balik hasil tersebut.


"Saya persiapan bersama pelatih saya Kristianus Liem. Saya sudah berlatih keras selama ini. Lawan-lawannya sulit, yang tersulit dari Jawa Timur. Terima kasih atas dukungannya dari Pak Kenneth, semua fasilitas yang diberikan sangat bagus," tutur Hillary.


Ketua Kontingen Atlet Percasi DKI Jakarta di Kejurnas Catur 2026, Upi Darmayana Tamin, menilai persaingan tahun ini lebih ketat karena kejuaraan digelar di Pulau Jawa dan diikuti banyak peserta.


"Persaingan Kejurnas 2026 ini sangat sengit karena berlangsung di Pulau Jawa, jadi pesertanya sangat banyak," kata Upi.


Klasemen Akhir dan Daftar Peraih Medali

Dengan enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu, Percasi DKI Jakarta berada di puncak klasemen akhir. Tuan rumah Banten menempati peringkat kedua dengan tiga emas, satu perak, dan satu perunggu. Daerah Istimewa Yogyakarta di posisi ketiga dengan tiga emas dan satu perunggu.


Enam medali emas Jakarta dipersembahkan IM Satria Duta Cahaya di Kategori Open, FM Syarif Mahmud di Kategori Veteran, NM Claudio Lasama di Kategori U-19 Putra, Steven Tan di Kategori U-17 Putra, WCM Hillary Rooca Theng di Kategori U-11 Putri, dan Evelyn Tria Lienora di Kategori U-9 Putri.


Empat medali perak disumbangkan GM Novendra Priasmoro di Kategori Open, WCM Theodora Paulina Walukow di Kategori Senior Putri, Dominicus Winston Lin di Kategori U-15 Putra, dan Haidar Manaf Abrisam di Kategori U-7 Putra.


Tujuh medali perunggu diraih IM Gilbert Elroy Tarigan di Kategori Open, WGM Laysa Latifah di Kategori Senior Putri, Clementia Adeline di Kategori U-19 Putri, PM Uriel Noah Oloan Sidabutar di Kategori U-17 Putra, Safin Aldebaran Amir di Kategori U-13 Putra, Kyle Darrel Gunawan di Kategori U-11 Putra, dan Kaiden Kamsari di Kategori U-9 Putra.


Di Kejurnas Catur ke-51 ini, Percasi DKI Jakarta mengirim 47 atlet dari kelompok usia U-7 hingga veteran. Mereka bersaing dengan hampir 1.000 pecatur dari berbagai daerah di Indonesia.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama