JAPFA Chess Camp Seleksi 9 Pecatur Muda untuk Kejurnas Catur 2026

DEPOK, suarapembaharuan.com - Sebanyak 126 pecatur bertanding di Black Stallion Rapid Chess Tournament yang digelar JAPFA bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) di Depok, Minggu (18/10/2026). Turnamen ini menjadi seleksi akhir bagi sembilan peserta JAPFA Chess Camp 2026 sebelum tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 di Banten. Dari sembilan pecatur muda tersebut, hanya lima yang akan dipilih melaju ke kejuaraan nasional.



Turnamen ini sekaligus menjadi ujian bagi peserta untuk menguji hasil pelatihan. Berkompetisi bersama pecatur dari berbagai kalangan, mereka berkesempatan mengukur kemampuan dalam pertandingan terbuka, menghadapi karakter permainan lawan yang beragam, dan menerapkan strategi yang telah dipelajari selama pelatihan.


Sekretaris Jenderal PERCASI Nanang SAP mengatakan, turnamen terbuka ini memberi pengalaman bertanding yang berharga bagi para pecatur, termasuk peserta JAPFA Chess Camp. Dengan sekitar 126 peserta, sembilan pecatur muda tersebut mendapat kesempatan menguji kemampuan dalam persaingan yang lebih luas.



"Black Stallion Rapid Chess Tournament menjadi kesempatan bagi para peserta JAPFA Chess Camp untuk mengukur kemampuan mereka melalui kompetisi terbuka. Dengan menghadapi lawan dari berbagai latar belakang dan tingkat kemampuan, para peserta dapat memperoleh pengalaman bertanding yang penting sebagai bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Nasional Catur 2026. Turnamen ini juga menjadi momentum untuk melihat perkembangan kemampuan mereka setelah menjalani rangkaian pelatihan," ujar Nanang.


Nanang juga berpesan agar para peserta menikmati setiap pertandingan dan menjaga semangat dalam proses pembinaan.



"Selamat bertanding dengan senang hati, terus berlatih, berprestasi, dan selalu rendah hati," pesan Nanang.


Performa peserta di turnamen ini menjadi bagian dari pertimbangan seleksi untuk menentukan lima pecatur yang akan tampil di Kejurnas Catur 2026 di Banten pada 23-29 Oktober 2026. Persaingan dengan pecatur di luar lingkungan pembinaan memberi gambaran sejauh mana peserta mampu menerapkan hasil latihan di arena kompetisi.


JAPFA Chess Camp merupakan program pembinaan intensif yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pengalaman bertanding secara berkelanjutan. Sebelum turnamen ini, para peserta telah menjalani sejumlah pertandingan dan latih tanding di berbagai lokasi, termasuk SCUA Gading Serpong dan Bandung, serta mengikuti beberapa turnamen lain. 



Rangkaian tersebut memperluas pengalaman kompetisi, mengasah kemampuan membaca permainan lawan, dan meningkatkan kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.


Selain pelatihan dan kompetisi rutin setiap pekan, program ini dilengkapi asesmen psikologis untuk memetakan potensi psikologis, karakter, dan kemampuan intelektual peserta. Hasil pemetaan diharapkan menjadi masukan untuk memahami kebutuhan pengembangan setiap anak secara lebih terarah.


VP Head of Social Investment JAPFA R. Arsanti Alif menyebut program ini sebagai wujud komitmen perusahaan membina bibit pecatur muda Indonesia. Menurut dia, pembinaan harus berkelanjutan dengan memadukan pelatihan, pengalaman bertanding, dan pemahaman terhadap potensi setiap anak.


"JAPFA Chess Camp merupakan bagian dari komitmen JAPFA untuk ikut membina bibit-bibit pecatur muda Indonesia. Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memfasilitasi kompetisi setiap minggunya agar anak-anak memiliki pengalaman bertanding dan dapat mengukur perkembangan kemampuan mereka," jelas dia. 


"Kami juga melengkapi program ini dengan asesmen psikologis untuk memetakan potensi psikologis, karakter, dan kemampuan intelektual peserta. Kami berharap pendekatan yang menyeluruh ini dapat mendukung perkembangan mereka dan mempersiapkan pecatur muda Indonesia untuk meraih prestasi, termasuk pada Kejuaraan Nasional Catur 2026," ujar Arsanti.


Lima dari Sembilan Pecatur Muda JAPFA Chess Camp Lolos ke Kejurnas.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama