Perumda Tirta Bhagasasi Bahas Pasokan Air untuk Operasional PSEL Burangkeng

BEKASI, suarapembaharuan.com – Kebutuhan air untuk operasional instalasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Burangkeng, Kabupaten Bekasi mencapai 5.000 meter kubik (m3) per hari. Salah satunya, air akan dipasok Perumda Tirta Bhagasasi.


Perumda Tirta Bhagasasi dan Pemkab Bekasi membahas pasokan air untuk mendukung operasional PSEL Burangkeng, Rabu (7/10/2026). (Dok. Humas Perumda Tirta Bhagasasi)

Kendalanya saat ini, Perumda Tirta Bhagasasi belum memiliki jaringan distribusi utama (JDU) ke PSEL Burangkeng. Lokasi instalasi pengolahan air (IPA) terdekat berada di Kantor Cabang Tambun yang berjarak sekitar 12 kilometer. 


Pembahasan dengan Pemkab Bekasi terkait pembangunan jaringan pipa JDU, dengan waktu yang cukup mepet. Sebelum instalasi PSEL Burangkeng resmi beroperasi, jaringan perpipaan Perumda Tirta Bhagasasi sudah terpasang sehingga pasokan air yang dibutuhkan, tidak terganggu. 


“Kami masih punya waktu paling lama, dua tahun untuk membangun jaringan pipa,” kata Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi, Rika Nursantika, saat rapat pembahasan dengan Pemkab Bekasi, perwakilan Everbright Harmony serta Danantara secara hybrid di kantor pusat Cikarang Pusat, Rabu (7/10/2026).


Dia didampingi Plt Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi, Lilie Subali, bersama para kepala bagian. Sedangkan, perwakilan dari Pemkab Bekasi dihadiri Kepala Bagian Kerja Sama, Dinas Lingkungan Hidup serta OPD terkait lainnya. Lalu, perwakilan dari Danantara dan mitra strategis pembangunan PSEL Burangkeng, Everbright Harmony, mengikuti rapat secara daring.



Ada beberapa alternatif yang bisa digunakan sebagai sumber air untuk operasional PSEL Burangkeng antara lain sumber air Kali Kembang namun saat puncak musim kemarau, kali tersebut surut. 


Sementara pasokan air untuk operasional PSEL menjadi sangat penting dalam menghasilkan uap air dan menggerakkan turbin sehingga menghasilkan energi listrik. Prinsipnya, ketersediaan air selama operasional PSEL tidak boleh terganggu. PSEL Burangkeng akan beroperasional sekitar 30 tahun, selama itu pula pasokan air tidak boleh terganggu. Dan, Perumda Tirta Bhagasasi akan menjadi pemasok air ke PSEL Burangkeng.


Nantinya, keberadaan instalasi PSEL Burangkeng mampu mereduksi sampah hingga 1.300 ton per hari. Bahkan, kapasitas maksimal PSEL Burangkeng digadang-gadang mampu mencapai 1.500 ton per hari. 


Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tengah berupaya mewujudkan impian ini untuk mengatasi persoalan sampah secara nasional. (MAN)


Kategori : News


Editor      : ARS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama