-->
  • Jelajahi

    Copyright © Suara Pembaharuan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Komplotan Penculik Anak Ditangkap di Tanjung Balai

    2/08/21, 17:57 WIB Last Updated 2021-02-08T10:57:43Z
    Monetize your website traffic with yX Media
    Monetize your website traffic with yX Media

    TANJUNG BALAI - Kepolisian Resort (Polres) Tanjung Balai meringkus tiga anggota spesialis penculikan anak di bawah umur di Simpang Empat, perbatasan antara Kota Tanjung Balai dengan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut).




    Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, pihaknya mengamankan mobil Wuling type Confero 1.5 DB MT Nomor Polisi BK 1277 ACD, digunakan sebagai kendaraan operasional saat menculik korbannya, berinisial MAKS (14).



    "Korban penculikan ini merupakan pelajar Kelas VIII di Al Wasliyah Tanjung Balai, yang merupakan warga Jalan Abadi Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Balai Kota II, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai," ujar Putu Yudha, Senin (8/2/2021).



    Ketiga tersangka penculikan anak itu masing - masing, Sairin Indra (42) warga Kampung Tarutung, Kecamatan Aek Kanopan, Zul Irwan (49) warga Dusun IX Desa Siduadua, Kecamatan Kualuh Selatan dan Surya Darma (33) warga Dusun XII, Kecamatan Gunting Saga, Kabupaten Labuhan Batu Utara.



    "Mereka kita jerat dengan kasus tindak pidana penculikan anak dibawah umur, sesuai dengan pelanggaran Pasal 83 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak subs Pasal 328 dari KUHPidana,” ujar katanya.



    Disebutkan, peristiwa penculikan terhadap MAKS ini terjadi, Jumat (5/2/2021) siang pukul 12.00 WIB. Modus operandi yang digunakan komplotan ini dengan berpura - pura mencari orangtua korban. Saat itu, mereka mendatangi rumah korban.



    Saat itu, kata Putu Yudha, orangtua laki - laki korban tidak ada di rumah. Para pelaku kemudian menyuruh kakak korban mencari orangtuanya. Karena tidak ketemu, pelaku menyuruh ibu korban untuk mencari suami (ayah) korban tersebut.



    "Begitu ibu korban keluar rumah, para pelaku menarik paksa tangan MAKS. Tubuh korban didorong masuk ke dalam mobil. Para pelaku kemudian berusaha kabur dengan membawa korban. Ibu korban langsung menjerit saat mendengar teriakan anaknya," jelasnya.



    Petugas yang selalu melaksanakan kegiatan patroli dalam rangka pengamanan, langsung bergerak cepat melakukan pengejaran. Tidak lama kemudian, 3 dari 5 orang pelaku berhasil ditangkap. Dua orang pelaku lainnya berhasil kabur dari penyergapan petugas.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini