Korban Tewas Banjir Bandang NTT Bertambah 177 Orang, 45 Masih Hilang

KUPANG, suarapembaharuan.com - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Joseph Nae Soi melansir jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor  mencapai 177 orang dan 45 orang masih hilang.


Istimewa

"Berdasarkan data terbaru akibat siklon tropis seroja sudah 177 orang. Proses pencarian terhadap 45 orang yang hilang pun masih diteruskan," ujar Joseph Nae Soi melalui keterangannya, Minggu (11/4/2021) malam.


Joseph merincikan korban meninggal dunia akibat bencana ini tersebar di Kota Kupang sebanyak 6 orang, 72 orang di Flores Timur, 7 orang di Malaka, 47 orang di Lembata, 1 orang di Ende, 3 orang di Sabu Raijua, 28 orang di Alor,12 orang di Kupang dan 1 orang di Sikka.


Sementara jumlah korban hilang kini menjadi 45 orang. Mereka tersebar di lima kabupaten yakni Flores Timur, Lembata, Sabu Raijua, Alor dan Kupang. Sehingga, akumulasi korban meninggal dunia maupun hilang sebanyak 222 orang.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan, badai Siklon Tropis Seroja menyebabkan sejumlah kawasan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami cuaca ekstrem seperti angin kencang, banjir bandang, dan gelombang pasang. 


Istimewa

Menurut Doni Monardo, perlu upaya langkah antisipatif untuk mengurangi dampak dari cuaca ekstrem. Beberapa tindakan langkah antisipatif pada penanganan penanggulangan bencana di Posko Kantor Gubernur, Kupang, NTT.


Tidak sedikit warga yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor dikarenakan tinggal di kaki bukit. Daerah aliran sungai juga terkadang dijadikan pemukiman bagi warga. Hal ini berdampak pada penyumbatan aliran sungai, dengan begitu akan membentuk tanggul alami dan berpotensi menyebabkan banjir bandang.


Pemerintah daerah dihimbau untuk membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) menjelang masuk musim penghujan. Bagi warga yang tinggal di perbukitan dengan tingkat kemiringan 30 derajat, maka harus ekstra waspada. Apabila memungkinkan, lakukan evakuasi dini demi menyelamatkan jiwa masyarakat.


Selain itu, pemeriksaan terhadap daerah aliran sungai juga perlu dilakukan. Material yang menyebabkan penyumbatan harus segera dibersihkan. Diharapkan keterlibatan pihak lain untuk membangun sinergitas yang berkesinambungan. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama