-->
  • Jelajahi

    Copyright © Suara Pembaharuan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Waspada, Teroris Rekrut Milenial Lewat Medsos

    4/05/21, 15:13 WIB Last Updated 2021-04-05T08:13:18Z
    Monetize your website traffic with yX Media
    Monetize your website traffic with yX Media

    JAKARTA, suarapembaharuan.com - Mabes Polri mengingatkan masyarakat atas bahaya paham radikalisme yang sudah banyak tersebar pada platform di media sosial (Medsos).


    Istimewa

    Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, tingginya pengguna jaringan dunia maya di Indonesia, akan membuat kelompok paham radikalisme untuk merekrut.


    "Pengguna internet Indonesia telah mencapai 73.3 persen dari populasi. Jumlah tersebut setara dengan 202 juta lebih pengguna internet warga Indonesia yang telah bisa mengakses internet," ujar Brigjen Rusdi.


    Brigjen Rusdi menyarankan, pengguna media sosial untuk bisa mencermati setiap isi konten yang ada dalam medos. Masyarakat harus dapat memilih dan memilah konten - konten yang baik maupun menyesatkan.


    Brigjen Rusdi juga menerangkan peran masyarakat untuk memilih sebuah informasi menjadi penting. Hal itu agar masyarakat tidak mudahkan disesatkan informasi ataupun ajaran yang tidak benar. 


    "Misalnya, pada kasus penyerangan oleh terduga teroris Zakiah Aini dengan senjata airgun di Mabes Polri. Kami menduga bahwa pelaku menerima ajaran yang salah setelah membaca konten di medsos," jelasnya.


    Masyarakat harus pintar memilih agar tidak tersesat. Jika masyarakat tidak mampu memilah maka dikhawatirkan akan disesatkan dengan konten konten yang dibaca, didengar dan yang dilihat di media sosial. 


    "Ketika kita bicara bahwa ZA melakukan sendiri adalah dimungkinkan apa yang didapat oleh ZA yang dipahami dari ZA itu bersumber dari internet. Itu bersumber dari media sosial yang sekarang berkembamg luar biasa," ujarnya.


    Pasalnya, 21 jam sebelum kejadian, tersangka ZA ini memposting di instagramnya bendera ISIS dan juga tentang perjuangan dalam berjihad," jelas Karo Penmas.


    Oleh sebab itu, masalah tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan institusi Polri untuk dapat menyajikan informasi yang resmi dan terpercaya.


    "Tantangan ke depan bagaimana masyarakat ini diberikan informasi yang resmi dan terpercaya, tentunya melalui aparat pemerintah. Polri telah berusaha bagaimana memberikan informasi yang resmi yang terpercaya ini dengan yang namanya kegiatan polisi virtual," pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini