Iklan

Politik

Nani Apriliani Pengirim Sate Beracun Terancam Hukuman Mati

03/05/2021, Mei 03, 2021 WIB Last Updated 2021-05-03T07:59:54Z

BANTUL, suarapembaharuan.com – Nani Apriliani (25), pengirim sate beracun yang menewaskan anak driver ojek online, Naba Faiza Prasetya (10) warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul pada Minggu (25/4/2021) lalu, terancam hukuman mati.


Istimewa

Direktur Reserse Krimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria mengatakan, tersangka NA dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider 338 KUHP tentang Pembunuhan sub Pasal 80 ayat 3 juncto Pasal 76c UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 


"Ancaman hukuman terberat bisa berupa hukuman mati atau pidana seumur hidup. merupakan pekerja salon di Yogyakarta asal Majalengka, Jawa Barat itu ditangkap di wilayah Piyungan," ujar Kombes Burkan Rudi Satria, Senin (3/5/2021).


Burkan Rudi mengatakan, penangkapan NA berawal dari penyelidikan petugas dan keterangan sejumlah saksi. Selain itu, mempelajari dari rekaman CCTV di dekat lokasi. Petugas berhasil mengidentifikasi pelaku yakni, NA. Petugas kemudian mencari keberadaan pelaku dan menangkapnya.


Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa sepeda motor, helm dan sandal japit dan satu tas plastik berisi dua dos berisi makanan dan sate.


Kasus pembunuhan berencana ini berawal saat Bandiman ayah dari korban Naba Faiz sedang istirahat di masjid yang ada di Jalan Gayam Yogyakarta. Saat itu pelaku datang dan minta kepada Bandiman, driver ojek online untuk mengantarkan paket makanan ke Tomi, warga Kasihan, Bantul dengan menyertakan nomor handphone. 


NA mengarahka Bandiman jika ditanya paket makanan ini dari Hamid yang tinggal di Pakualaman. Berdalih tidak memiliki aplikasi, pelaku melakukan order secara offline dan membayar Rp30.000. Namun sampai di alamat yang dituju, Tomi sedang berada di luar kota. Istri Tomi kemudian menolak paket tersebut karena merasa tidak kenal dengan pengirim dan menyerahkan paket itu kepada Bandiman.


Paket makanan tersebut kemudian dibawa pulang Bandiman dan disantap bersama keluarganya untuk berbuka puasa. Namun baru beberapa potong disantap anak dan istrinya muntah-muntah hingga tidak sadarkan diri. Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit. Nahas, Naba meninggal dunia dalam perawatan. Sedangkan ibunya selamat.

Komentar

Tampilkan

Terkini