Perang Urat Saraf Masih Hantui Kubu Tyson Fury Dengan Anthony Joshua - Suara Pembaharuan

Breaking

Home Top Ad




Post Top Ad




30 Mei 2021

Perang Urat Saraf Masih Hantui Kubu Tyson Fury Dengan Anthony Joshua

LONDON, suarapembaharuan.com - Perang urat saraf masih tetap berlangsung antara Anthony Joshua dengan Tyson Fury meski pertarungan tinju unifikasi memperebutkan juara sejati batal dilaksanakan.


Istimewa

Gipsy King -- julukan Tyson Fury -- akhirnya kembali berhadapan dengan Deontay Wilder, Juli mendatang. Rencana pertarungan Tyson dengan Anthony Joshua direncanakan pada Agustus 2021, menjadi berantakan.


John Fury, ayah Gipsy King melimpahkan kekesalannya karena pertarungan yang gagal tersebut. Menututnya, kegagalan ini tak terlepas dari orang - orang yang mengelilingi anaknya tersebut, Tyson Fury.


"Banyak lintah di sekitar Tyson Fury sehingga pertarungannya dengan Anthony Joshua menjadi berantakan. Ini akibat pengaruh Amerika di kamp Tyson Fury," ujar John Fury, dikutip BT Sport, Minggu (30/5/2021).


Istimewa

Menanggapi John Fury, Anthony Joshua menuding John Fury hanya mencari - cari alasan. Setelah sebelumnya menuding Tyson Fury sebagai pembohong besar, Anthony Joshua menyebut John Fury sengaja menyembunyikan anaknya dalam duel.


"Dia melemparkan itu ke publik hanya sekadar untuk cuci tangan dari masalah. Sekarang saya ingin duduk dengan John Fury, ditemani Guinness (bir) dan berbicara tentang pertarungan,” kata Anthony Joshua dikutip TalkSport.


Istimewa

Joshua merupakan pemegang sabuk IBF, WBO, dan WBA. Sementara itu, Tyson Fury memegang sabuk WBC yang direbut dari Deontay Wilder pada 22 Februari 2020.


Pertarungan keduanya gagal dilaksanakan setelah pengadilan arbitse memerintahkan Tyson Fury wajib mengikuti pertarungan trilogi dengan Wilder. 


Tidak hanya Anthony Joshua, promotornya Eddie Hearn juga menuding Tyson Fury sebagai pembohong besar dalam sejarah olahraga tinju. Eddie Hearn mengaku pihaknya dirugikan akibat pembatalan pertarungan tersebut.

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here