Iklan

Politik

45 Hektare Lahan di Kawasan Danau Toba Terbakar, Pemadaman Terkendala Angin Kencang

01/08/2021, Agustus 01, 2021 WIB Last Updated 2021-08-01T15:41:37Z

SAMOSIR, suarapembaharuan.com – Kebakaran lahan di kawasan Danau Toba, Dusun Sigulati, Desa Sri Marrihit, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, sejak Jumat (30/7/2021) terus meluas. Hingga kini, lahan yang terbakar sudah mencapai 45 hektare (ha).

Kebakaran lahan di kawasan Danau Toba, Dusun Sigulati, Desa Sri Marrihit, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir. (ist)

Kepala Daops Manggala Agni Daops Sumatera II, Anggiat SP Sinaga mengatakan, kebakaran lahan tersebut terjadi Jumat, 30 Juli 2021 sekitar pukul 19.52 WIB. 

 

“Pada pukul 20.49 WIB, personel dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Kita bertarung sehari semalam melawan kebakaran, hingga akhirnya api dapat dipadamkan pukul 05.30 WIB pada Sabtu, 31 Juli 2021 kemarin. Total ada 45 hektare yang terbakar," ujar Anggiat, Minggu (1/8/2021).

 

Dalam proses pemadaman api yang dilakukan petugas, kata Anggiat, kendala yang dihadapi adalah angin yang berhembus kencang. Angin kencang yang terjadi menimbulkan kembali titik api dan membuat api cepat menyebar. Selain itu juga topografi daerah yang terjadi kebakaran berada di bukit yang curam.

 

"Karhutla di tepian Danau Toba selalu gitu. Sore hari sering terjadi Karhutla, disitu juga angin kencang," katanya. 

 

Lokasi lahan yang terbakar, berada di wilayah perbukitan yang dipenuhi ilalang dan pohon pinus. Lahan yang terbakar merupakan hutan lindung dan lahan masyarakat. 

 

"Indikasinya kebakaran terjadi diduga karena kelalaian masyarakat. Setelah pemadaman, kita juga melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah di kebun mereka," ucapnya.

 

Menurutnya, sosialisasi dilakukan karena karhutla yang terjadi sering kali karena kelalaian masyarakat. Mereka membakar sampah di kebun, tetapi tidak diperhatikan. 

 

"Kita imbau kepada masyarakat dan juga seluruh instansi yang terkait dalam penanganan karhutla agar lebih  peduli dan tanggap," ujarnya. 

 

Di kawasan Danau Toba angin berhembus cukup kencang. Hal itu membuat api menyebar dan tak terkendali. Akhirnya api membakar ilalang dan pohon pinus yang berada di hutan.

Komentar

Tampilkan

Terkini