Iklan

Politik

Usai Minta Maaf, Kapolda Sumsel Bakal Diperiksa 2 Jenderal terkait Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio

05/08/2021, Agustus 05, 2021 WIB Last Updated 2021-08-05T10:00:13Z

PALEMBANG, suarapembaharuan.com - Tim pengawasan dan pemeriksaan khusus (Wasriksus) Mabes Polri mengagendakan pemeriksaan Kapolda Sumatra Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri terkait dana hibah Rp2 triliun dari almarhum Akidi Tio yang tidak jelas keberadaannya. Wasriksus dipimpin Irjen Pol Agung Wicaksono dan Irwil V Brigjen Pol Hotman Simatupang beserta Kombes Pol Agus Syaiful dan Kombes Pol Heri Purwoko. 

 

Istimewa

Tim berangkat dari Jakarta pada pukul 13.45 WIB menggunakan transportasi pesawat dan diagendakan tiba pukul 15.00 WIB di Markas Polda Sumsel, Kamis (5/8/2021) untuk agenda audit investigasi (pendalaman).

 

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri akan didampingi oleh Direktur Intelijen dan Keamanan Kombes Pol Ratno Kuncoro. Lalu Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Hisar Siallagan, Kepala Bidang Propam Kombes Pol Dedi Sofiandi dan Kepala Bidang Humas Kombes Pol Supriyadi.

 

Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada seluruh masyarakat ihwal dana hibah Rp2 triliun dari almarhum Akidi Tio (Warga asal Langsa, Aceh Timur, Provinsi Aceh) yang belum jelas keberadaannya.

 

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kapolri, Pimpinan di Mabes Polri, anggota Polri, masyarakat Sumsel, tokoh agama dan tokoh adat termasuk Forkopimda Sumsel, Gubernur, Pangdam dan Danrem," katanya.

 

Kapolda mengakui, kesalahan ada pada dirinya secara pribadi karena tidak berhati-hati dalam memastikan donasi yang diproyeksikan untuk penanggulangan Covid-19 Sumsel yang dimandatkan kepadanya tersebut sampai akhirnya menimbulkan kegaduhan.

 

"Kegaduhan yang terjadi dapat dikatakan sebagai kelemahan saya sebagai individu. Saya sebagai manusia biasa memohon maaf, ini terjadi akibat ketidak hati-hatian saya," kata dia.

 

Kegaduhan dana hibah tersebut bermula saat itu dirinya dihubungi Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy dan dokter keluarga almarhum Akidi Tio, Hardi Darmawan di rumah dinasnya, Jumat (23/7/2021) untuk membicarakan pemberian donasi.

 

"Saat itu saya sebagai kapolda hanya dipercayakan untuk menyalurkan bantuan ini uangnya diminta untuk dikawal transparansinya saja," ungkap dia.

 

Namun karena menaruh kepercayaan terhadap inisiasi kemanusiaan tersebut lantas tidak terlalu mendalami kepastiannya, sebab sudah diyakinkan uang tersebut tinggal diproses pencairannya saja.

 

Hingga akhirnya sampai saat ini uang tersebut masih belum jelas keberadaannya dan berujung kehebohan. 

 

Dia menjelaskan, sama sekali tidak mengenal anak perempuan almarhum Akidi Tio yang bernama Heriyanti, melainkan hanya mengenal ayahnya dan anak sulungnya yang bernama Johan saja. 

 

"Saya hanya kenal dengan Akidi Tio saat di Palembang dan Johan saat saya bertugas di Aceh Timur, sedangkan Heriyanti saya sama sekali tidak kenal dia," katanya.

Komentar

Tampilkan

Terkini