Klaim Ramah Lingkungan, Produsen Air Minum Luncurkan Kemasan Botol Kaca

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Guna mendukung sistem keberlanjutan (sustainability), konsep ramah lingkungan harus diutamakan. Hal itulah yang dilakukan produsen air minum Cleo yang meluncurkan produk air murni dengan kemasan botol kaca kekinian dan peduli akan lingkungan sekaligus mendukung bisnis kuliner di Indonesia.


Ist

Cleo Glass ini dibuat secara premium dengan menggunakan kemasan botol kaca 330 ml sekali pakai. Jadi, setelah penggunaan, botol kaca tersebut bisa dikembalikan ke produsen untuk diolah secara berkelanjutan. 


Wakil Direktur Utama PT Sariguna Primatirta, Tbk, Melisa Patricia menyatakan Cleo berharap dapat mendukung pengembangan dunia kuliner secara khusus bagi para pengusaha di bidang makanan dan minuman. Dari sisi pelaku industri kuliner, kemasan botol kaca Cleo Glass ini sangat valuable, sehingga para pelaku industri mendapatkan harga yang memberikan margin lebih untuk bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

 

"Kami melihat bahwa kafe, coffee shop dan resto sekarang ini banyak yang jadi tempat kekinian membutuhkan produk yang affordable, kualitasnya bagus dan terlihat premium, sehingga mengangkat dan menaikan nilai jual kafe mereka. Dari situlah Cleo Glass ini hadir dengan desain batik Indonesia yang kami design sendiri dengan arti Cleo Merajut Nusantara," ujar dia dalam keterangannya Selasa (1/2/2022).

 

Sadar akan pentingnya kemasan yang menarik, Cleo memiliki inisiatif untuk menghadirkan air minum dalam kemasan botol kaca 330 ml dengan kualitas air murni yang sama dengan Cleo yang existing yakni 20 kali lebih murni dari AMDK merek lainnya. 


Botol kaca Cleo Glass didesain khusus dengan motif dan tekstur ukiran batik khas budaya Indonesia yang menjadi bentuk interprestasi bahwa pihaknya terus mempersembahkan kemurnian terbaik bagi negeri. 


Menariknya, terdapat tekstur batik pada botol kaca ini. Sehingga, dapat menambah experience kuliner terutama untuk segmen anak muda yang sering dine-in dan berkumpul bersama di kafe, restoran maupun coffee shop. 


"Dengan ini, anak muda yang menjadi target market dari Cleo Glass itu sendiri diharapkan akan memiliki rasa bangga saat mengonsumsi Cleo Glass," tutur Melisa.

 

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) DPD Jatim, Tjahjono Haryono menyampaikan bahwa industri kafe, resto dan kuliner ini adalah industri yang tahan banting selama pandemi ini. Yang paling berat sebenarnya adalah pada masa PPKM dimana kafe dan restoran tidak boleh buka sama sekali. 


"Dimaksud tahan banting adalah walaupun terdampak lebih dahulu, tapi kami sebagai pelaku industri kafe dan restoran harus bisa bangkit kembali dengan cepat. Dengan inovasi dari Cleo diharapkan bisa memberikan keuntungan yang lebih dari sisi harga maupun kemasan yang premium bagi teman-teman di industri kafe dan resto," ungkapnya.

 

Pandemi sempat memukul keras industri Horeca (Hotel, restoran, dan kafe/coffee shop). Selain hantaman, pandemi juga memberikan tantangan tersendiri untuk para pelaku bisnis Horeca untuk dapat berjuang dan beradaptasi dengan kondisi. 


Selain menghadirkan menu dalam bentuk take away, para pebisnis kuliner juga harus beradaptasi dengan yang namanya digital marketing, salah satunya adalah keberadaan foodies atau influencer dalam industri makanan dan minuman.

 

Seiring belum terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia, industri restoran dan kafe masih harus melalui jalan terjal dimana para pelaku usaha masih kesulitan mempertahankan kinerjanya mengingat operasional restoran dan kafe terhambat oleh kebijakan pembatasan kegiatan di masa pandemi.

 

Sementara, dari sisi konsumen sekaligus juga penggiat dunia digital, food vlogger Koko Buncit dan Lifei memberikan masukan menarik mengenai strategi yang baik dalam membangun komunikasi dan branding bisnis kuliner.


"Yang biasanya saya angkat sebagai konten bukan hanya menunya tapi juga pengalaman yang saya alami selama makan dan minum di kafe atau resto," jelas Koko Buncit.


Kategori : News

Editor     : AHS



Lebih baru Lebih lama