Sabam Sirait Politisi Tiga Zaman yang Layak Dijadikan Pahlawan Nasional

MEDAN, suarapembaharuan.com - Ketua Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Robert Sibarani MS menilai, kearifan berpolitik yang dipedomani dan dipraktikkan Sabam Sirait telah berbuah dalam politik Indonesia dalam tiga zaman.


Sabam Sirait (ist)

"Mulai dari era Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi dan menjadi pelajaran berharga, sehingga Sabam Sirait sebagai seorang tokoh layak menjadi pahlawan nasional," ujar Robert Sibarani.


Robert Sibarani mengemukakan hal itu dalam seminar nasional 'Pengusulan Sabam Sirait Menjadi Pahlawan Nasional RI Tahun 2022' yang digelar di Gedung Auditorium FK Unuversitas HKBP Nommensen, Selasa (8/2/2022).


Seminar ini menghadirkan Menteri Sosial Tri Rismaharini diwakili oleh Direktur Kepahlawanan, Keperintisan Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial, Murharjani, mewakili Gubernur Sumut, Kaka Kesbang Pemprov Sumut, Safruddin.


Selain menghadiri perwakilan pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun kota, seminar nasional ini juga menghadirkan tokoh kharismatik asal Sumut, DR RE Nainggolan MM maupun sejarawan dan lainnya.


Turut hadir Rektor Universitas HKBP Nommensen DR Haposan Sialagan SH MH, mewakili penasehat HM Hatta, Wali Kota Medan Bobby Nasution, dengan moderator DR Budiman Sinaga SH MHum.


Menurut Robert Sibarani, kearifan berpolitik oleh Sabam Sirait patut dijadikan contoh oleh bagi politisi ke depan. Kearifan berpolitik itulah yang membuatnya layak diusulkan sebagai Pahlawan Politik bangsa Indonesia pada zamannya.


"Sabam Sirait merupakan politisi yang beretika adalah politisi yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, santun, integritas, menghargai orang lain, dan memiliki keprihatinan terhadap kesejahteraan umum," ungkap Robert Sibarani.


Selain itu, kata Robert, Sabam Sirait politisi yang dipercaya rakyat baik secara teknis yaitu kemampuan melaksanakan tugas maupun dipercaya secara moral yaitu menjaga perilaku etis dan menjauhi perilaku nista.


"Sabam Sirait merupakan sosok kejujuran yang berarti tidak mengkhianati kepercayaan rakyat seperti mencuri uang rakyat. Seorang politisi juga harus senantiasa untuk berkata dan berbuat jujur agar dapat memiliki pendirian yang teguh," jelasnya.


Disebutkan, politisi sering berada di persimpangan jalan. Seorang politisi tidak bisa mutlak mengatakan “ya” kalau “ya” dan “tidak” kalau “tidak”. Namun politisi harus berusaha jujur, termasu juga jujur dalam ketidakmampuan seratus persen dalam melakukan praktik-praktik politik yang dijalani.


"Sabam Sirait merupakan sosok yang adil dan tegas, bukan keras apalagi otoriter. Apabila pemimpin politisi bertindak adil, maka kesejahteraan pada rakyat akan tercapai. Selain itu, beliau juga santun dan hormat,"kata Robert.


"Kesantunan berpolitik dapat dicapai jika hubungan komunikasi antar para politisi dibangun atas dasar kontestasi argumentasi yang dituntun oleh visi bukan diwarnai oleh saling cerca, memaki, dan ancaman yang jauh dari kesantunan berpolitik. Perdebatan bermutu menyangkut pencarian berbagai kemungkinan untuk mencapai kemaslahatan," pungkasnya.


Kategori : News

Editor     : AHS



Lebih baru Lebih lama