Dilaporkan Rusia, PBB Gelar Sidang Temuan Senjata Biologis AS di Ukraina

NEW YORK, suarapembaharuan.com - Dewan Keamanan PBB akan menggelar sidang sesuai permintaan Rusia menyusul adanya temuan akivitas biologis AS di Ukraina.


Ist

Seperti yang dilaporkan Rusia, ada sebanyak 36 laboratorium senjata biologis ditemukan di Ukraina. Laporan ini menguatkan tudingan China terhadap AS. 


Amerika Serikat telah menolak klaim Rusia sebagai sesuatu 'menggelikan', dan memperingatkan Moskow mungkin bersiap untuk menggunakan senjata kimia atau biologi.


China menuding Amerika Serikat memiliki 26 laboratorium senjata biologis di Ukraina. Laboratorium-laboratorium itu diklaim Rusia sudah dibersihkan secara darurat oleh Ukraina pada Februari 2022.


Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim Kamis, 10 Maret 2022, bahwa mereka telah memperoleh dokumen yang menunjukkan bahwa laboratorium biologi yang disponsori AS di Ukraina, melakukan eksperimen dengan sampel virus corona kelelawar.


Biolab di Ukraina mempelajari kemungkinan penularan demam babi Afrika dan antraks melalui burung, kelelawar, dan reptil yang menginfeksi, kata juru bicara kementerian, Mayjen Igor Konashenkov, di Moskow.


Catatan yang ditemukan oleh Rusia, menegaskan bahwa biolab ini menyelidiki penularan patogen oleh burung liar yang bepergian antara Ukraina dan Rusia, serta negara-negara perbatasan lainnya, demikian kata dia.


"Spesialis Rusia dari divisi perlindungan radiasi, kimia, dan biologi telah mempelajari dokumen tentang transfer biomaterial manusia yang diambil di Ukraina ke negara-negara asing atas instruksi perwakilan AS,” kata Igor, dikutip dari Anadolu Agency.


Lab itu mengamati informasi rinci tentang pelaksanaan proyek oleh AS di wilayah Ukraina, untuk mempelajari transfer patogen oleh burung liar yang bermigrasi antara Ukraina dan Rusia, dan negara-negara tetangga lainnya.


Igor mengungkapkan yang tidak kalah menarik, biolab ini melakukan eksperimen dengan sampel virus corona kelelawar.


"Dalam waktu dekat, kami akan menerbitkan paket dokumen berikutnya yang diterima dari karyawan biolaboratorium Ukraina dan mempresentasikan hasil pemeriksaan mereka," janjinya.


Sementara itu, angkatan bersenjata Rusia terus "demiliterisasi" Ukraina, hingga Kamis, 2.991 objek infrastruktur militer negara itu terkena, termasuk 97 pesawat, 107 kendaraan udara tak berawak.


Kemudian 141 sistem pertahanan rudal anti-pesawat, 86 pos radar, 986 tank. dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, 107 peluncur roket ganda, 368 artileri dan mortir lapangan, 749 unit kendaraan militer khusus, klaim Konashenkov.


China pun pada 8 Maret 2022, telah meminta Washington untuk merilis "rincian yang relevan sesegera mungkin" mengenai dugaan laboratorium biologi AS di Ukraina.


“Menurut data yang dikeluarkan oleh AS sendiri, AS memiliki 26 laboratorium biologi dan fasilitas terkait lainnya di Ukraina yang memang menarik perhatian besar,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Zhao Lijian dalam konferensi pers di Beijing.


Klaim serupa dibuat hari Minggu oleh Kementerian Pertahanan Rusia bahwa ada “bukti program biologi militer yang didanai AS yang dikembangkan di Ukraina.”


“Semua virus berbahaya di Ukraina harus disimpan di laboratorium ini. Semua kegiatan penelitian dipimpin oleh AS. Tidak ada informasi yang diizinkan untuk diungkapkan tanpa izin dari pihak AS,” kata Zhao mengklaim, menurut transkripsi konferensi pers.


Dilansir Bloomberg, Washington mengkritik China dan Rusia karena mempromosikan teori konspirasi bahwa militer AS menjalankan biolab di Ukraina.


Propaganda ini dinilai meningkatkan tensi perselisihan, dengan upaya menyesatkan publik atas perang di Eropa.


"Kami mencatat klaim palsu Rusia tentang dugaan laboratorium senjata biologis AS dan pengembangan senjata kimia di Ukraina," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan, Kamis.


“Kami juga melihat pejabat China menggemakan teori konspirasi ini." (Berbagai Sumber)

Lebih baru Lebih lama