NATO Duduki Eropa Timur, Vladimir Putin Perkuat Pasukan di Perbatasan Barat

MOSKOW, suarapembaharuan.com - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu untuk memperkuat pasukan di perbatasan barat Rusia. 


Vladimir Putin

Perintah itu disampaikan Vladimir Putin sebagai tindak lanjut mengantisipasi pergerakan pasukan NATO yang sudah memasuki kawasan Eropa bagian timur. 


Vladimir Putin mengantisipasi pasukan dari sekutu Amerika Serikat menduduki kawasan Eropa barat. Sehingga wilayah perbatasan di barat perlu dipersiapkan.


"Mengenai penguatan perbatasan barat kita karena tindakan yang diambil oleh negara-negara NATO..." ujar Putin kepada Shoigu dalam rapat dewan keamanan Rusia.


"Ini perlu dipertimbangkan secara terpisah, saya meminta Anda untuk mempersiapkan sebuah laporan," kata Putin mengingatkan Sergei Shoigu.


Negara-negara anggota aliansi keamanan NATO diketahui mengerahkan ribuan tentara ke wilayah Eropa bagian tengah dan timur, untuk merespons apa yang disebut Rusia sebagai 'operasi militer khusus' ke Ukraina.


Otoritas Rusia telah menuntut NATO untuk menarik mundur pasukannya di kawasan Eropa bagian timur.


Negara anggota NATO seperti Polandia dan tiga negara Baltik lainnya diketahui berbagi perbatasan langsung dengan Rusia. 


Sementara tiga negara anggota NATO lainnya seperti Hungaria, Rumania dan Slovakia berbatasan langsung dengan Ukraina.


Dalam rapat dewan keamanan yang sama, Putin menyatakan dukungan pada rencana mengizinkan para relawan, termasuk dari luar negeri, untuk bertempur di Ukraina. 


Otoritas Rusia mengklaim belasan ribu relawan bertekad untuk bergabung dalam operasi militer di wilayah Ukraina.


"Jika Anda melihat ada orang-orang yang ingin (membantu separatis di Ukraina Timur) secara sukarela, maka Anda perlu menerima mereka dan membantu mereka bergerak ke zona pertempuran," ucap Putin dalam rapat dewan keamanan itu.


Lebih lanjut disebutkan Menhan Shoigu bahwa ada lebih dari 16.000 relawan yang telah mengajukan permintaan untuk bergabung dalam operasi militer Rusia. Disebutkan juga bahwa sebagian besar relawan itu berasal dari kawasan Timur Tengah. (Berbagai Sumber)


Kategori : News

Editor     : AHS



Lebih baru Lebih lama