Oleksandr Usyk: Negara dan Kehormatan Saya Lebih Penting dari Sabuk Juara

UKRAINA, suarapembaharuan.com - Ketika mengalahkan Anthony Joshua untuk menjadi juara tinju dunia kelas berat di London tahun lalu, ada malam akhir musim panas di London tahun lalu, petinju Ukraina Oleksandr Usyk sama sekali tak menyangka akan turun angkat senjata menghadapi operasi militer dari Rusia ke negaranya.


Reuters

Invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Kamis pekan lalu. Saat itu, Usyk sedang berada di London dalam rangka kunjungan promosi sebuah game tinju. Tidak dapat terbang langsung kembali ke rumahnya di Kyiv, ia mengambil penerbangan ke Warsawa dan berkendara 500 mil ke ibu kota Ukraina untuk bergabung kembali dengan keluarganya.


Dalam sebuah wawancara dengan CNN dari ruang bawah tanah pada hari Rabu, 2 Maret 2022, ayah tiga anak mengkonfirmasi bahwa dia telah bergabung dengan batalyon pertahanan teritorial kota dan siap untuk bertarung. "Mungkin akan terdengar sentimental," katanya dalam wawancara CNN melalui manajer dan penerjemah, Egis Klimas, dikutip dari Reuters.


"Tetapi jiwa saya adalah milik Tuhan dan tubuh saya dan kehormatan saya adalah milik negara saya, milik keluarga saya. Jadi tidak ada rasa takut, sama sekali tidak ada rasa takut. Yang ada hanya kebingungan, bagaimana ini bisa terjadi di abad ke-21," ujar Usyk.


Ia menambahkan, "Saya benar-benar tidak tahu kapan saya akan kembali ke atas ring tinju. Negara dan kehormatan saya lebih penting bagi saya daripada sabuk juara."


Setelah Rusia memulai apa yang digambarkan oleh Presiden Vladimir Putin sebagai operasi militer khusus pekan lalu, Usyk mengunggah pesan di Instagram yang meminta Putin untuk menghentikan perang. Sejauh ini, pesan serupa tidak didengar dan dunia olahraga bersatu mengutuk tindakan Rusia.


Usyk pun menilai bahwa warga Rusia tidak sepenuhnya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik invasi ke Ukraina tersebut. "Orang Rusia tidak benar-benar tahu persis apa yang terjadi di sini," kata dia. "Mereka tidak melihat apa yang terjadi. Mereka adalah korban dari Presiden mereka (Vladimir Putin)."


Laki-laki berusia 35 tahun, yang memegang sabuk IBF, WBO dan IBO, menggambarkan kehidupan yang hidup di bawah serangan. Ia menilai bahwa latihan tinju membantunya tetap tenang dan mencoba meringankan suasana dengan humor membantu anak-anaknya dari tekanan militer.


"Itu telah membantu saya menjadi tenang dan siap secara mental dan itu membantu saya untuk membantu orang lain yang panik dan gugup. Ketika ada alarm serangan udara, kami bersembunyi. Tentu saja, menyenangkan ketika ada banyak dari kami di sini. Kami masih bisa memaksa diri kami bergembira," ujar Usyk.


Mantan juara dunia kelas berat Ukraina Wladimir Klitschko dan saudaranya Vitali, yang sekarang menjadi Wali Kota Kyiv, juga bersumpah untuk mengangkat senjata melawan invasi pasukan Rusia. Mereka tetap bersikukuh melakukan perlawanan meskipun harus membuat keduanya masuk dalam daftar hitam Vladimir Putin. (Tempo.co)


Kategori : News

Editor     : YZS



Lebih baru Lebih lama