Identitas Diri Bisa Dioptimalkan Lewat Media Sosial

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Perkembangan penggunaan media internet sebagai sarana komunikasi menjadi semakin pesat setelah internet mulai dapat diakses melalui telepon cerdas (smartphone) yang bisa berinteraksi lewat fasilitas sosial media.


Tangkapan layar (ist)

Media sosial dapat menjadi acuan tempat untuk mengkonstruksi pembentukan identitas imajinatif dari para pengguna yang berbeda dengan dunia nyata. Konstruksi identitas dalam media sosial dapat dilakukan melalui memproduksi konten dengan beragam foto yang di upload berupa foto diri, teman, keluarga, tokoh tulisan yang dibuat/dirujuk/dikomentari, quote yang diambil.


Kemudian link yang diakses, tempat yang dikunjungi, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan atau diikuti. Banyaknya jumlah pengguna media sosial di Indonesia tentu saja memunculkan kesempatan untuk mengoptimalkan kehadiran media sosial sebagai media pembentukan identitas diri di era digital tersebut. 


Demikian kesimpulan dalam diskusi webinar Ngobrol Bareng Legislator yang diselenggarakan oleh Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo dan DPR RI, dengan tema “Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Pembentukan Identitas Diri di Era Digital”, yang diadakan di Jakarta, Kamis (14/4/2022). Acara ini juga diikuti oleh peserta yang bergerak dalam bidang pendidikan secara daring, melalui zoom virtual.


Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel A Pangarepan mengatakan pesatnya perkembangan teknologi yang semakin terpacu karena adanya Covid-19, telah mendorong masyarakat untuk berinteraksi dan melakukan berbagai aktifitas di dunia digital. 


Namun masifnya penggunaan internet di Indonesia, harus kita akui membawa serta berbagai resiko, seperti hoaks, cyber bullying, dan konten negatif lainnya. 


“Oleh karena itu peningkatan penggunaan teknologi ini, perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni, agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna," ujarnya.


Pemanfaatan teknlogi bukan hanya untuk pembentukan identitas diri, tetapi juga untuk pengembangan pendidikan. 


Anggota Komisi I DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, mengatakan terdapat beberapa yang hal perlu kita utamakan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pembentukan identitas diri dan pengembangan pendidikan. 


“Pertama, digital skill harus bisa diutamakan untuk mengembangkan kemampuan anak-anak sedari dini, meskipun teknologi digital mempunyai dampak negatif, namun dengan adanya digital ini, pemikiran anak-anak akan semakin terbuka, dan demokrasi semakin maju," jelasnya. 


"Kedua, utamakan pengembangan digital culture, dimana budaya-budaya dan norma-norma kehidupan harus kita tanamkan dan arahkan khususnya kepada anak-anak. Ketiga, mengembangkan digital ethic karena maraknya permasalahan terkait dengan hoaka, dan kasus yang melanggar etika. Keempat, pengembangan digital safety, dimana data pribadi kita semua perlu adanya perlindungan demi terjaminnya keamanan,” ungkap dia.


Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pandeglang, Sutoto,  menjelaskan pengembangan pendidikan karakter menjadi harapan dalam literasi digital. Dimana, nilai-nilai pendidikan karakter seperti nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan nilai integritas mampu dikembangkan dan ditanamkan melalui literasi digital. 


“Oleh karena itu harus adanya sinergi yang harus dilakukan oleh para guru, pelajar, mahasiswa, pemerintah, kepala sekolah dan stake holders lainnya, untuk memahami dan memanfaatkan platform merdeka belajar, platform kampus merderka, platform merderka mengajar, dan platform kurikulum merdeka untuk menjadikan media sosial sebagai pembentukan karakter atau identitas diri terhadap masyarakat,” jelas dia. 


“Jika kita bisa memanfaatkan dan mengoptimalisasi teknologi informasi atau media sosial ini, untuk pendidikan pengembangan karakter diri, maka akan semakin cemerlang generasi muda yang akan datang,” tutup Rizki Natakusumah.


Kategori : News

Editor     : AHS


Lebih baru Lebih lama