Waspada, Rekam Jejak Digital Bagaikan Pisau Bermata Banyak Sisi

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Dengan adanya internet yang merupakan wujud perkembangan dari digitalisasi, masyarakat dapat dengan mudah dalam mencari informasi, seperti informasi pendidikan, kesehatan, hingga informasi terkait seseorang. 


Susi Narulita KD 

Melalui internet atau media sosial kita bisa mencari jejak digital seseorang dengan mudah. Jejak digital merupakan segala rekam jejak data seseorang yang berasal dari penggunaan internet.


Pimpinan DPRD Kabupaten Blitar, Susi Narulita KD mengatakan rekam jejak digital seperti pisau bermata banyak sisi, yang bisa mengiris apa saja, bisa ke atas, ke bawah bahkan ke semua sisi. Rekam jejak digital juga bisa menjadi buah simalakama yaitu serba salah, atau juga bisa menjadi aset yang sangat bernilai, karena bisa sebagai identitas diri yang mungkin mengangkat value pribadi.


"Ibarat SKCK dari kepolisian yang merekam jejak kejahatan, jejak digital itu tak ubahnya sebagai jejak rekam hidup di dunia nyata. Sebab itu ia mengajak kita semua untuk bijak dalam bersosial media. Ayo mari kita lebih bijak dalam bersosial media, jangan sampai jatuh, menjatuhkan, dan dijatuhkan," ujarnya dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator, Rabu (27/4/2022).


Menurutnya penting membangun rekam jejak yang positif, karena dapat membangun pengaruh besar pada kehidupan. 


Penggiat Sosial Media, Ayu Arianti menjelaskan bahwa postingan yang sudah diunggah di medsos ketika dihapus tidak sepenuhnya hilang permanen, sehingga terkadang dapat disalah gunakan oleh orang-orang. 


"Sebab itu, saya sadar bahwa pentingnya membuat proteksi pada postingan, agar tidak disalahgunakan. Contoh proteksi tersebut bisa dengan menggunakan watermark pada postingan kita. Semoga teman-teman juga bisa lebih bijak lagi untuk menggunakan sosial media, karena kejahatan semakin beranekaragam," ungkapnya.


Anggota Komisi 1 DPR, Ahmad Rizki Sadig mengungkapkan harapannya pada Undang-undang Perlindungan Data Pribadi yang sedang digarap, agar bisa menjadi pelindung bagi semua kepentingan. Karena sekarang ini banyak orang yang tidak bertanggung jawab menggunakan data pribadi untuk kejahatan.


"Kita memang membutuhkan media sosial atau digital, karena dengan hal tersebut kita bisa mengakses seluruh wilayah dengan mudah dan murah, yang merupakan efek positif untuk kita. Namun hal tersebut juga tidak terlepas dari efek negatif. Dengan kondisi tersebut jangan sampai kita jadi orang yang tidak punya kepedulian untuk mengupgrade diri dalam meningkatkan pengetahuan bermedia sosial," ujar Ahmad Rizki.


Gladys Dewantari selaku Digital Marketing Specialist menjelaskan pada intinya dalam bermedia sosial atau melakukan semua kegiatan dalam platform digital harus berhati-hati.


"Kita harus menebarkan konten positif yang bermanfaat dan berhati-hati dalam menaruh data pribadi, dan berpikir kembali sebelum sharing," tutup dia.


Kategori : News

Editor     : AHS


Lebih baru Lebih lama