Kiat Membangkitkan Semangat Belajar Anak Panti Asuhan

Oleh : Elviana Safitri


Pendidikan merupakan hal penting yang memiliki peran besar dalam menciptakan kesejahteraan. Pendidikan dapat menunjang kualitas dari sumber daya manusia yang pastinya berdampak akan kemajuan suatu bangsa. 



Meninjau hal ini, penting untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat belajar anak sejak dini. Untuk membangkitkan semangat tersebut, Elviana Safitri mempunyai solusi. Karya ini dapat dimanfaatkan oleh orangtua, pengelola panti asuhan maupun lainnya.


Elviana Safitri yang merupakan mahasiswi program studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU, melakukan kegiatan Praktikum 1 di Panti Asuhan Cinta Kasih di Jalan Sei Brantas No. 70, Babura Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, bersama dua rekan lainnya. 


Praktikum dengan dosen pengampu mata kuliah, Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kessos. dan Supervisor Sekolah, Hairani Siregar, S.Sos, berlangsung selama tiga bulan terhitung mulai bulan Maret hingga Mei tahun 2022. 


Pada bulan pertama, kegiatan yang dilaksanakan meliputi perkenalan, games, mewarnai, menulis di pohon harapan, sharing session, serta penampilan bakat. 


Hal ini dilakukan sebagai upaya pendekatan dengan anak-anak di panti, dan saling mengenal karakteristik masing-masing serta melatih kekompakan dan kepercayaan diri mereka. 


Memasuki bulan kedua, Elvi dan kedua rekannya memulai dengan memberikan materi terkait pola hidup bersih dan sehat, 4 sehat 5 sempurna serta 3 kata ajaib yang meliputi kata tolong, maaf dan terima kasih. 


Pemilihan materi dikarenakan topiknya yang mudah dipahami serta berguna dan dapat diterapkan langsung dalam kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, kegiatan praktikum juga diisi dengan games secara berkelompok serta kegiatan belajar sambil bermain.


Pada bulan ketiga, kegiatan diisi dengan belajar bahasa inggris dan matematika bagi seluruh anak panti dengan pengelompokan berdasarkan jenjang pendidikan mulai dari TK dan SD, SMP serta SMA. 


Antusias serta semangat tergambar dari sebagian besar anak-anak di panti asuhan ini. Mereka juga memiliki kemauan besar untuk belajar dan menambah pengetahuan mereka dari hari ke hari.


Pada bulan terakhir ini pula, Elvi melakukan mini project dengan salah satu klien berinisial R yang berusia 6 tahun. Di usianya yang masih dini, klien lebih senang bermain di panti daripada pergi bersekolah. Klien terkesan bermalas-malasan dan enggan untuk sekedar belajar huruf dan angka. 


Dalam mengatasi hal ini, Elvi menggunakan metode casework dengan tahapan secara general yakni :


1. Engagement, Intake, Contract

Pada tahap ini terdapat proses pendekatan, perkenalan, penyampaian maksud dan tujuan, dan adanya kesepakatan atau penandatanganan kontrak terkait durasi serta hal-hal lain selama proses penanganan. 


Pada tahap ini, Elvi memulai pendekatan dengan klien melalui perbincangan terkait kesehariannya. Selanjutnya juga ada penandatanganan kontrak antara Elvi dan Ibu Sesilia selaku ketua panti yang mewakili klien. 


2. Assessment

Tahapan kedua dimana pengenalan lebih dalam dilakukan terkait masalah yang dialami klien. Pengkajian ini terkait penyebab dan potensi yang bisa dimaksimalkan untuk penyelesaian masalah. Disini Elvi menggunakan tools ecomap yang membantu dalam menemukan sumber-sumber masalah dan sistem pendukung untuk mengatasinya. 


Berdasarkan hasil wawancara dengan klien diketahui bahwa klien memang lebih senang bermain di panti daripada pergi bersekolah karena merasa belajar bukanlah hal yang menyenangkan. Fakta lain yang ditemukan yakni klien memiliki dua saudara laki-laki di panti yang sama, yaitu Agus dan Serta. Selain itu, klien juga memiliki hobi bernyanyi. 


3. Perencanaan

Perencanaan berisikan tentang kumpulan strategi yang dapat digunakan sebagai solusi mengatasi permasalahan yang dialami klien. Untuk menumbuhkan semangat belajar dan semangat bersekolah, klien perlu untuk diberi motivasi dan dorongan. 


Selain itu juga perlu untuk merencanakan metode-metode belajar baru yang memungkinkan untuk diterapkan seperti mengubah suasana belajar menjadi lebih seru dengan kegiatan belajar sambil bermain, belajar sambil bernyanyi, belajar dari lingkungan sekitar, dan belajar melalui media youtube.


4. Intervensi

Tahapan keempat ini merupakan tahap penerapan strategi-strategi dan kumpulan metode yang telah direncanakan sebelumnya. Elvi memulai dengan pengenalan huruf abjad secara tertulis kepada klien. 


Dilanjutkan dengan pengenalan huruf pada benda-benda yang berada di panti. Selain itu, Elvi juga mengajarkan klien seputar angka. Selama mengadakan kegiatan bersama anak panti lainnya, tak lupa Elvi meminta klien untuk berhitung jika berkaitan dengan jumlah. 


Mengingat klien hobi bernyanyi, Elvi juga memakai media youtube sebagai media pembelajaran terkait huruf dan angka dengan aluran musik dan lirik lagu. Hal ini tentu dapat membuat klien mengingat dengan mudah pembelajaran yang diberikan. 


Semua kegiatan ini diulang terus menerus setiap kunjungan praktikum. Kadang kala Elvi juga meminta klien untuk menyebutkan huruf pada setiap tulisan yang dijumpai di sekitaran panti, entah itu poster di dinding panti maupun tulisan di baju.


5. Monitoring dan Evaluasi

Tahapan ini bertujuan untuk memastikan apakah kumpulan strategi dan metode yang diterapkan telah mencapai target. Elvi melihat perkembangan pada diri klien yang senang jika diminta untuk menyebutkan huruf-huruf di setiap tulisan yang dijumpai. 


Bahkan klien telah mampu mengingat seluruh huruf abjad. Selain itu klien juga senang mendengarkan pembelajaran melalui lagu. Klien kadang terlihat memegang benda-benda yang memuat angka dan huruf untuk sekedar mengingat apa yang telah dia pelajari. 


Selain itu, klien juga memiliki semangat bersekolah karena telah menyadari bahwa belajar bukan hal yang membosankan namun menyenangkan.


6. Terminasi

Terminasi merupakan tahapan akhir dimana dilakukan pemutusan hubungan dengan klien. Terminasi dilakukan mengingat perkembangan yang telah dialami klien. Elvi juga turut meminta dua saudara laki-laki klien untuk terus memotivasi klien dan berperan dalam proses pembelajaran klien. Anak usia dini juga penting didorong untuk memiliki semangat belajar dan semangat bersekolah. 


Pada akhir pertemuan dengan pihak panti, Ibu Sesilia selaku ketua panti mengucapkan banyak terima kasih kepada Elvi dan dua rekannya. 


“Terima kasih buat kakak bertiga atas semua waktu dan tenaganya sudah mau mengajari adik-adik disini. Saya juga mohon maaf jika adik-adik punya kesalahan. Mereka senang dan terhibur dengan kehadiran kakak-kakak sekalian. Kami doakan semoga kalian sukses dan dapat menjadi berkat bagi banyak orang”, ungkap Sesilia. 


Elviana dan kedua rekannya juga turut mengucapkan terima kasih kepada pihak panti yang telah bersedia menerima mereka untuk melakukan kegiatan praktium.


Penulis merupakan mahasiswi program studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Sumatera Utara (USU).



Lebih baru Lebih lama