Jangkau Lebih Luas, Sandiaga Ajak Pelaku Ekraf Bukittinggi Manfaatkan Teknologi

BUKITTINGGI, suarapembaharuan.com — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Bukittinggi, Sumatera Barat untuk memanfaatkan teknologi guna memperkuat kemampuan promosi dan menjangkau pemasaran lebih luas secara digital lewat program Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif.


Foto : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat memberikan materi dalam Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. [Istimewa]


Dalam Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia di Kota Bukittinggi yang merupakan lokasi ke-19 dari rangkaian program, Sandiaga mengatakan pascapandemi Covid-19 harus ada suatu terobosan agar semakin memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang telah ada melalui digitalisasi.


"Pembangunan ekonomi kreatif kita tidak bisa dibiarkan seperti sebelum pandemi. Harus ada inovasi dan adaptasi baru dengan digitalisasi," kata dia dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (9/7/2022).


Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif saat ini tidak bisa dibiarkan seperti sebelum pandemi, karena harus terinovasi dan teradaptasi dengan digitalisasi. Karena itu, Workshop KaTa Kreatif tersebut memfasilitasi pelatihan digital marketing seperti pembuatan konten, agar produk yang dipasarkan lebih menarik saat dipromosikan terutama di kanal media sosial.


”Saya kalau ke Bukit Tinggi, kepikiran kulinernya, makan nasi kapau. Selain jam gadang, kuliner menjadi potensi astronomi kita,” tambahnya.


Untuk memajukan potensi yang dimiliki Kota Bukittinggi, Sandi menitipkan tiga hal yaitu inovasi meliputi amati, tiru dan modifikasi. Kedua digitalisasi dan ketiga kolaborasi.


Kota Bukittinggi memiliki potensi besar pada sektor ekonomi kreatif yaitu pada subsektor kuliner, fesyen, dan kriya. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang pengembangan usaha oleh pelaku ekraf. Dengan bekal kreativitas dan inovasi, pelaku ekraf dapat memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.


Pada subsektor kuliner memiliki ragam olahan makanan di antaranya nasi kapau, itiak lado mudo, ampiang dadiah, dan kopi kawa daun. Selain itu Kota Bukittinggi juga memiliki beberapa potensi kriya yang memiliki cerita sejarah tersendiri seperti bordiran kerancang dan juga sulam ampek angkek.


Hasil dari kerajinan kriya kerap kali di manfaatkan oleh pelaku subsektor fesyen untuk dipadupadankan menjadi sebuah busana sederhana dan dapat dipakai dalam aktivitas sehari-hari maupun mengikuti ajang bergengsi.


Workshop tersebut diselenggarakan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi. Adapun peserta yang dapat mengikuti kegiatan workshop adalah pelaku ekonomi kreatif yang berada di Kota Bukittinggi dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Mereka terbagi atas pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner, fesyen, dan kriya.


“Berdasarkan data, analisa kami, produk UMKM yang sudah di-endorse secara digital oleh pak wali dan saya mengalami peningkatan penjualan 35 sampai 45 persen,” jelas Sandi.


Untuk dapat mengikuti workshop pelaku ekraf wajib mendaftarkan diri melalui website katakreatifindonesia.com  dan melampirkan bukti surat keterangan sudah mejalankan usaha selama minimal enam bulan dari pemerintah setempat. Pendaftaran melalui website ini merupakan bagian dari strategi inovasi penggunaan teknologi big data untuk menggarap dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 


Melalui penyelenggaraan workshop ini, diharapkan juga dapat mengakselerasi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bukittinggi. Kemenparekraf juga terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif secara lebih komprehensif dengan mengikuti rangkaian kegiatan Penilai Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), sehingga subsektor ekraf unggulan dapat terpetakan agar lebih fokus dan terarah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.


Kategori : News

Editor     : AHS


Lebih baru Lebih lama