Ijeck - Musa Arjianshah, Ayah dan Anak yang Bakal 'Musuh Bebuyutan' di Ajang Rally Masa Mendatang

PARAPAT, suarapembaharuan.com - Ajang bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally 2022 di kawasan industri PT Toba Pulp Lestari (TPL), Sektor Nauli, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu kemarin, cukup menarik perhatian.


Foto: Musa Rajekshah (kanan) bersama anaknya, Musa Arjianshah. Ist

Bukan karena melibatkan pembalap nasional seperti Rivat Sungkar dan lainnya, namun kehadiran Musa Rajekshah yang merupakan Wakil Gubernur Sumut tersebut, dan putra mahkotanya, Musa Arjianshah, menjadi bintang dalam balapan tersebut.


Ijeck -- panggilan akrab Musa Rajekshah -- tidak berpasangan dengan putra kesayangannya, Musa Arjianshah. Sebaliknya, keduanya malah bersaing ketat memacu mobil balap yang berbeda, untuk saling mendahului agar mencapai garis finish.


Bapak dan anak yang merupakan pereli ini saling berlomba memacu adrenalin untuk bisa menjadi sang juara dalam ajang nasional tersebut. Keduanya dapat dipastikan bakal menjadi musuh bebuyutan dalam kejuaraan balapan mobil di masa mendatang.


Ijeck percaya diri dengan menunggangi Subaru WRX, sedangkan Musa Arjianshah tidak mau kalah dari orangtuanya tesebut, menggeber kencang Ford Fiesta R2. Ijeck didampingi navigatornya, Hervian Soejono, sementara Musa Arjianshah bersama Uche.


Ist

Dalam ajang rally tersebut, ada sebanyak 46 kontestan yang menunjukkan kemampuannya. Ijeck dengan sengaja menantang anak sulungnya, Musa Arjianshah, untuk unjuk gigi bersama pereli dari sejumlah daerah lainnya. Sang putra pun tidak mau diam.


Menurut Ijeck, trek dalam kejurnas rally itu semakin menantang. Pasalnya, panitia membuka lagi daerah sebelah kanan yaitu Huta Tonga yang dulu saat kejuaraan dunia rally dipakai sebagai special stage. 


"Karakter lintasan di Huta Tonga dan Gorbus cukup berbeda baik itu tanjakan dan turunan serta karakter tanahnya,” ujarnya.


Perubahan trek ini.dilakukan panitia agar peserta tidak merasa monoton dan tak menguntungkan peserta yang sudah pernah ikut dan melalui lintasan di TPL.


"Jadi tak hanya menguntungkan peserta yang sudah pernah ikut. Semua sama-sama merasakan trek baru," tambahnya.


Ist

Ijeck mengaku akan berusaha untuk jadi yang terbaik. Dia menargetkan akan masuk di posisi tiga besar.


"Harapannya bisa jadi yang terbaik. Pereli Sumut paling tidak masuk 5 besar ataupun target tiga besar," tambahnya.


Putra Mahkota

Sementara itu, Musa Arjianshah, putra sulung Ijeck mengaku tak mau kalah dengan para seniornya yang unjuk gigi di Danau Toba Rally tahun ini termasuk bersaing melawan sang Ayah dengan menggeber Ford Fiesta R2 bersama navigatornya Uche.


Dia menargetkan akan menjuarai pertandingan ini dengan keluar sebagai juara 1. "Semua sudah dipersiapkan secara matang, termasuk dalam hal sparepart kendaraan. Insyaallah persiapan sudah oke. Target pasti juara 1," tambahnya.


Sementara, Juara Sprint Rally seri 1 dan 2, Ryan Nirwan mengaku juga siap bersaing dalam ajang ini.


Hari pertama gelaran Danau Toba Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally 2022, Sabtu (6/8), Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah bersama navigator Hervian Soejono masuk lima besar sampai ke Special Stage (SS) 3.



Babak awal perlombaan SS1 dengan panjang lintasan 16,67 Km, Pereli berjuluk Sang Flamboyan ini berada di peringkat kelima dengan waktu 15 menit 5,7 detik. Pada sesi ini Rifat Sungkar meraih puncak di 14 menit 5,8 detik disusul Ryan Nirwan di 14 menit 9,1 detik.


Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah terus memacu Subaru WRXnya sampai menyusul peringkat ketiga di SS2 dan SS3 mengalahkan Rifat Sungkar yang tidak masuk dalam lima besar. Sementara itu, Ryan Nirwan bertahan di puncak pertama.


Usai mengikuti lomba hingga SS3, Ijeck mengaku perlombaan berjalan lancar namun sedikit mengalami kendala di saat ingin memasukkan gear box di gigi 5. “Untuk kendaran saya tadi, gear box gigi 5 tidak bisa masuk. Jadi tadi saya gigi 4 aja. Target saya masuk 3 besar, mudah-mudah bisa bertahan,” ujarnya.


Trek yang dilalui, tambah Ijeck, punya tantangan masing-masing. “Semua trek berbeda-beda, saat SS1 banyak tanah dan jalannya sempit, naik turunnya ekstrem. Sementara di SS2 dan SS3 jalannya lebar, tapi graple batu dan licin tapi untuk trek secara keseluruhan tidak ada masalah,” ujarnya.


Disinggung persiapan melalui SS berikutnya, Ijeck mengaku masih belum bisa memprediksi. 


“Karena masih baca situasi, kendaraan juga masih ada yang harus diprepare. Mudah-mudahan di SS berikutnya bisa memperbaiki dan waktunya bisa lebih cepat,” tutupnya.


Sementara itu, Rifat Sungkar mengaku trek SS1 sangat menyenangkan dan Ia tercatat sebagai tercepat. 


“Setelah sekian lama ternyata kita bisa mencatat SS1 pastest. Kita coba lebih baik di SS2 tapi ternyata ada kendala, salah satu selang turbo lepas namun tidak kelihatan. Jadi, di tengah SS kejadian dan kita tidak bisa analisa dan kita harus lanjut lagi ke SS yang lebih panjang,” ujarnya. 


Kategori : News

Editor     : AHS


Lebih baru Lebih lama