Partai Garuda Soroti Hasto PDIP yang Sebut Lembaga Survei Dapat Diintervensi

JAKARTA, suaŕapembaharuan.com - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyoroti pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebutkan lembaga survei bisa diintervensi dan dibeli hanya karena mayoritas lembaga survei tersebut menunjukkan hasil pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menguasai elektabilitas capres-cawapres 2034. Padahal, kata Teddy, mayoritas lembaga-lembaga tersebut kredibel dan sudah berpengalaman melakukan survei selama ini.


Ilustrasi

"Ketika 99 persen lembaga survei di Indonesia memenangkan Prabowo-Gibran, Hasto menyatakan bahwa hasil elektabilitas lembaga survey dapat diintervensi dan dapat dibeli. Artinya dia menyanggah semua hasil survei yang memenangkan Prabowo-Gibran," ujar Teddy dalam keterangannya, Minggu (26/11/2023).


Hanya sayangnya, kata Teddy, pernyataan Hasto tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan Ketua PDIP Puan Maharani dan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud. Berdasarkan pernyataan di media massa, kata Teddy, Puan dan TPN menyebutkan akan mengevaluasi Ganjar-Mahfud terkait dengan narasi yang selama ini mereka lontarkan ke publik. 


"Evaluasi ini tentunya berdasarkan hasil lembaga survei, bahwa elektabilitas Ganjar Mahfud semakin menurun," tandas Teddy.


Menurut Teddy, jika semua lembaga survei sudah diintervensi, tentunya Puan Maharani dan TPN tidak akan melakukan evaluasi berdasarkan hasil survei tersebut. Karena itu, kata dia, pernyataan Hasto dengan sendirinya dibantah oleh Puan dan TPN.


"Jika semua lembaga survei di Indonesia yang memenangkan Prabowo-Gibran itu bayaran, tentu Puan Maharani dan TPN tidak akan mengevaluasi Ganjar-Mahfud berdasarkan hasil lembaga survei. Tentu Puan dan TPN akan membiarkan Ganjar-Mahfud dengan berbagai manuvernya," ungkap dia.


"Saat ini Ganjar-Mahfud sedang dibuatkan skenario baru atas arahan sang sutradara. Nanti mereka harus memerankan karakter baru yang bisa mendongkrak hasil survei yang turun drastis," pungkas Teddy menambahkan.


Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto merespons hasil sejumlah lembaga survei yang menyebutkan elektabilitas Ganjar-Mahfud yang turun dan elektabilitas Prabowo-Gibran makin menguat. Menurut Hasto, lembaga survei bisa diintervensi untuk dijadikan alat pemenangan pasangan capres-cawapres tertentu.


"Itu survei dipakai sebagai bandwagon effect, survei sebagai alat pemenangan. Kalau mau survei diintervensi dulu," ujar Hasto seusai Rapat Konsolidasi PDIP di Provinsi Bali beberapa waktu lalu.


Terpisah, Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Ganjar-Mahfud menurun di beberapa lembaga survei akan menjadi bahwa evaluasi pihaknya.


"Untuk TPN dan partai-partai yang mendukung Mas Ganjar itu akan menjadi evaluasi bagi kami dan tantangan untuk bisa ke depannya memperbaiki hal-hal yang membuat posisi dari calon presiden Mas Ganjar dan Pak Mahfud itu mungkin melakukan hal-hal atau suatu pernyataan yang memang harus dievaluasi," kata Puan Maharani di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11/2023).


Hal senada disampaikan juga oleh Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasid yang menyebutkan hasil survei dari sejumlah lembaga survei akan menjadi bahan bagi TPN untuk menyiapkan strategi terbaik dalam menghadapi skenario terburuk.


"Enggak apa-apa. Kalau bicara malahan yang worst scenario, itu yang terbaik yang harus kita lakukan, jadi itu yang kita siapkan untuk strategi kita untuk kemenangan kita," kata Arsjad di Gedung High End, Jakarta, Rabu (22/11/2023).


Hanya saja, kata Arsjad, TPN memiliki survei internal yang hasilnya berbeda dengan survei-survei yang diluncurkan oleh sejumlah lembaga. "Angka-angka di survei itu dengan angka di internal kita sebenarnya agak berbeda," tandas dia.


Meskipun demikian, Arsjad menegaskan hasil survei lembaga lain tetap dijadikan rujukan dalam mematangkan strategi untuk memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.


"Tetap saja bagus buat kita merujuk pada yang sudah ada aja, tapi walaupun secara internal kami melihatnya berbeda. Tapi dari situ itulah bagian daripada yang mana kami akan gunakan jadi strategi kami," pungkas Arsjad.


Kategori : News


Editor      : AHS


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama