Projo Ganjar Minta Setiap Lembaga Survei Berpegang pada Kejujuran Sesuai Keilmuan

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Ketua Umum Projo Ganjar Haposan Situmorang mengungkapkan keanehan hasil survei dari sejumlah lembaga survei termasuk Litbang Kompas di tahun politik ini. Pasalnya, hasil surveinya mengejutkan dan sulit diterima akal sehat. Menurut Haposan, hasil survei Litbang Kompas tersebut tidak sesuai kenyataan di mana banyak pendukung dan pemilih fanatik Jokowi sudah meninggalkan Jokowi.


Ketua Umum Projo Ganjar Haposan Situmorang. Ist

"Di tahun politik ini, banyak keanehan terjadi, diantara keanehan dimaksud, secara khusus Projo Ganjar mengamati tentang survey yang dilakukan oleh berbagai lembaga survey termasuk hasil survey yang dilakukan oleh Litbang Kompas, yang secara mengejutkan dan sulit diterima akal sehat," ujar Haposan dalam keterangannya, Rabu (13/12/2023).


Haposan mengatakan selama ini Kompas dan Litbang Kompas mendapatkan kepercayaan tinggi dari masyarakat. Namun, kata dia, hasil survei yang dirilis Litbang Kompas baru-baru ini menimbulkan kekurangpercayaan terhadap Kompas.


"Padahal Kompas yang selama ini, dinilai oleh banyak orang mempunyai idealisme kebenaran, sebagaimana semboyan mereka TERPERCAYA. Semua menjadi runtuh dan timbul keragu-raguan yang mendalam dimasyarakat atas rilis survey Litbang Kompas," ungkap dia.


Haposan menuturkan juga bahwa banyak orang berpendapat, setelah Jacob Utama wafat, sepertinya idealisme Kompas sudah mulai diragukan. Karena itu, Projo Ganjar berharap agar Kompas kembali pada jatidiri yang sesungguhnya, dengan semboyan TERPERCAYA.


"Jadi, kita minta setiap lembaga survei berpegang pada kejujuran sesuai keilmuannya," pungkas Haposan.


 Diketahui, survei terbaru Litbang Kompas menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berada di puncak dengan perolehan 39,3% suara, mengungguli pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang memperoleh 16,7% dan pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan 15,3% suara.


Berdasarkan perolehan itu, jarak keterpilihan antara Prabowo dan Anies yang semula 12,1% pada periode Agustus 2023, sekarang menjadi 22,3%.


Begitupun terjadi pada perolehan suara untuk Prabowo yang juga menang atas Ganjar. Pada periode Agustus lalu, Ganjar unggul 2,8% tetapi kini posisinya terbalik, Prabowo lebih unggul melejit dengan perbedaan mencapai 21,7% suara.


“Ganjar yang sebelumnya unggul tipis atas Prabowo dengan selisih 2,8% sekarang posisinya terbalik, lebih unggul Prabowo dengan jarak keterpilihan mencapai 21,7%,” tulis Survei Kompas, dikutip Senin, 11 Desember 2023. 


Paslon Prabowo-Gibran unggul di hampir semua kategori sosio-demografis responden. Elektabilitasnya pun menonjol di semua kategori usia, khususnya pada kalangan generasi (17-25 tahun) yang mencapai 54,5%.


Survei Kompas dilakukan pada 29 November-4 Desember 2023. Wawancara berlangsung secara tatap muka terhadap 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi Indonesia. Margin of error +/- 2,65% dengan tingkat kepercayaan 95%.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama