Peran Prabowo Subianto dalam Forum Internasional Kembali Jadi Sorotan Karena Dianggap Tegas

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Kilas balik kembali mengenai peran calon presiden dari nomer urut 2, Prabowo Subianto dalam International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit yang menjadi perhatian publik pada saat itu. 


Prabowo Subianto. Ist

Dalam forum internasional yang menghimpun tokoh-tokoh elit pertahanan dunia tersebut, dan peran Prabowo disana ialah untuk menawarkan solusi untuk menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina. 


Pada awalnya, Menhan Prabowo memaparkan usulan untuk menghentikan pertempuran di Rusia-Ukraina. Di forum internasional tersebut, Dia mengusulkan gencatan senjata dan penarikan mundur kedua negara yang terlibat sejauh 15 kilometer ke belakang dari garis depan saat ini.


Tidak hanya itu, peran Prabowo disana juga untuk memberikan usulan terkait partisipasi pasukan pengamat dan PBB di sepanjang zona demiliterisasi baru antara kedua negara. Pasukan pengamat dan PBB tersebut akan berasal dari kontingen negara-negara yang telah disetujui.


Dia berpendapat bahwa PBB harus mengorganisir dan melaksanakan referendum di wilayah sengketa guna mengetahui secara obyektif kehendak mayoritas penduduk di wilayah-wilayah tersebut.


"Setidaknya, mari kita coba ajukan beberapa rekomendasi konkret sehingga pertemuan seperti Dialog Shangri-La akan memiliki substansi dan makna yang lebih," katanya kala itu.


Beberapa delegasi yang hadir dalam forum internasional tersebut segera menunjukkan ketidaksetujuan mereka terhadap usulan gencatan senjata dalam konflik Rusia-Ukraina dengan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Prabowo.


"Pak Menteri Prabowo dengan menyebut kita tak perlu menyalahkan masing-masing pihak di konflik Ukraina. Anda pada dasarnya seakan menyamakan antara penginvasi yaitu Rusia dan yang diduduki yaitu Ukraina. Pertanyaanku adalah bukannya posisi ketidak berpihakan di 2023 justru membuat agresor (Rusia) semakin menjadi?,” tanya salah seorang delegasi.


"Jadi pertanyaanku pada Menteri Prabowo, apakah Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun ini. Bagaimana Indonesia bisa melangkah bersama Thailand yang juga anggota ASEAN lainnya. Dan China yang mana juga partner ASEAN untuk memitigasi atau bila mungkin, untuk mengatasi krisis di Myanmar,” ujar salah seorang delegasi.


Namun Prabowo Subianto pada saat itu bisa menunjukkan dan memberikan jawaban yang akhirnya dapat diterima oleh para delegasi yang hadir dalam forum internasional tersebut. Peran Prabowo disana dianggap oleh publik sebagai Tindakan dan jawaban yang tegas dan memiliki integritas.  


Ia menjawab bahwa peran Prabowo disana tidak menempatkan dirinya di sisi yang benar atau yang salah, ia juga menganggap bahwa pertanyaan tersebut Nampak terasa sebagai sebuah reaksi yang emosional.


 Ia juga kembali mengingatkan bahwa hal yang terjadi ke depan merupakan sebuah resolusi konflik.


“Beberapa pertanyaan yang ditujukan kurang lebih seolah saya menyamakan penginvasi dan yang diinvasi. Kurasa ini reaksi emosional. 


Tapi yang saya tempatkan ke depan adalah resolusi konflik. Saya tidak bilang sisi mana yang benar dan salah. Dan saya rasa ini dipahami secara keliru, karena posisi Indonesia di PBB sangat jelas. Di PBB kami memilih menentang invasi Rusia. Kami memilih, kalian boleh mengecek rekaman pemilihan,” Jawabnya. 


“Kita tidak bicara tentang mana yang salah mana yang benar. Saya hanya mengusulkan kita bisa melampirkan sebuah resolusi konflik. Dan secara sejarah, ini sudah pernah dilakukan. Tolonglah teman teman Eropa. Tolong. 


Jangan cuman memikirkan jangka 5 sampai 10 tahun saja. Pikirkan dalam 50 tahun. Kami di Asia punya bagian sejarah dalam konflik peperangan bahkan lebih lebih parah lebih mengerikan dengan apa yang terjadi di Ukraina.  


Tanyakan pada Vietnam sahabat kita, saudara saudara kita di Vietnam, tanyakan pada sahabat kita Kamboja. Tanya mereka, berapa kali mereka diduduki (diinvasi) . Tanya ke Vietnam sahabat kita, berapa kali mereka diinvasi? Tanyakan pada Indonesia berapa kali kami diinvasi? Kami tahu perang. 


"Kami ini ingin memecahkan, kami ingin membantu,” sambungnya.


Melihat pernyataan Prabowo, netizen menilai apa yang dilakukan belum pernah disampaikan oleh Menhan.


“Belum pernah ada Menhan sekeras dan seberani ini ngomong di depan forum internasional. Dan kalau lihat Anies yang cuma cari simpatik publik internasional, Prabowo menurut saya sudah pantas disebut Jokowi men’s,” tulis akun twitter @Paltiwest.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama