Survei: Responden Sebut Program Makan Siang dan Minum Susu Gratis Paling Tidak Penting

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan program unggulan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, makan siang dan minum susu gratis paling tidak dibutuhkan masyarakat dengan angka keterpilihan 20 persen.


Saiful Mujani. Ist

Responden paling banyak memilih program satu keluarga miskin, satu sarjana milik pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dengan raihan 48 persen. Kemudian program tunjangan ibu hamil oleh pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang memperoleh 32 persen.


"Per program sendiri kalau ini yang diadu, yang unggul di mata pemilih adalah satu keluarga miskin, satu sarjana, terlepas dari siapa yang menawarkan. Sebaliknya, bagi masyarakat, makan siang gratis tidak terlalu penting. Oleh karena itu, kalau saya pak Prabowo, sudah saya coret program itu," kata Pendiri SMRC Saiful Mujani dalam acara daring, Kamis (11/1/2023).


Selanjutnya, dalam perbandingan tiga program lain, ada 47 persen publik yang menjadikan program perlindungan ibu dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai program yang paling dibutuhkan. Program itu merupakan milik Anies-Muhaimin.


Lalu kartu anak sehat untuk menekan angka stunting milik Prabowo-Gibran mendapat 37 persen. Sementara pendampingan 1000 hari pertama kelahiran milik Ganjar-Mahfud memperoleh 16 persen.


Namun demikian, ketika ditanya apakah tahu atau pernah mendengar bahwa pasangan Anies-Muhaimin memiliki program unggulan berupa perlindungan ibu dari KDRT, hanya 12 persen yang menjawab tahu. Selebihnya, 88 persen, menjawab tidak.


Sementara dari yang tahu, 76 persen menyatakan yakin Anies-Muhaimin bisa mewujudkan hal tersebut jika terpilih, 21 persen tidak yakin, dan 3 persen tidak jawab.


"Itu janji yang sangat bagus, isu itu menarik. Hampir 50 persen memilih, tapi masalahnya itu program pasangan AMIN hanya 12 persen yang tahu, kan sedikit sekali," ujar Saiful.


Adapun survei ini dilakukan secara tatap muka selama periode 29 November-8 Desember 2023. Populasi survei merupakan warga berusia 17 tahun ke atas. Survei ini dilakukan dengan metode stratified multistage random sampling, dengan berjumlah 4.540 responden.


Response rate sebesar 3.555 atau 78 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar kurang lebih 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Kategori : News


Editor     : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama