Imparsial Ungkap Dugaan Skandal Pembelian Pesawat Mirage oleh Kemenhan

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Koordinator Program SSR Imparsial Husein Ahmad membongkar dugaan skandal pembelian pesawat Mirage oleh Kementerian Pertahanan yang kembali menghangat beberapa hari terakhir ini. Ahmad menjelaskan bahwa Pesawat Mirage 2000-5 itu diproduksi pada tahun 1996 sampai 1997 dan di tahun 2003 itu sudah dijajakan ke India, tetapi India menolak karena spesifikasi dan harganya yang tidak masuk akal. 


Ilustrasi

"Beberapa tahun kemudian ditawarkan ke Indonesia secara gratis pada 2005 dan oleh Menteri Pertahanan kita pada waktu itu juga ditolak karena alasan spesifikasi," ujar Ahmad dalam diskusi publik bertajuk 'Dugaan Skandal Pembelian Pesawat Mirage Kecurangan Pemilu dan ⁠Pembacaan Petisi Masyarakat Sipil' di Café Sadjoe, Tebet, Jakarta, Minggu (11/2/2024).


Ahmad juga menegaskan bahwa pesawat Mirage tersebut adalah pesawat generasi keempat. Sementara negara-negara tetangga Indonesia, kata dia, saat ini sudah memakai pesawat dengan generasi kelima dan seterusnya. 


"Jadi untuk apa pembelian pesawat ini sebenarnya. Tadi sudah dikatakan bahwa terdapat dua broker yang terlibat dalam hal ini, yaitu Excalibur internasional dan E-sistem Solution," tandas dia.


Pemilik E-sistem Solution, kata Ahmad, adalah Khabib Muqarabah, kawan dekat dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Bahkan, kaya Ahmad, setelah ditracing, ternyata Khabib ini sudah bolak-balik ke Indonesia dari bulan November dan bulan Januari 2024. 


"Khabib sudah mondar-mandir ke Indonesia di tengah kita sibuk dalam pelaksanaan Pemilu 2024," tutur dia.


Lalu, kata Ahmad, Excalibur Internasional sudah lama bermain di Indonesia. Perusahaan broker tersebut, tutur dia, bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan dalam pengadaan MRID (Medium Range Air Defense System). 


"Mengapa pemerintah Indonesia bekerja sama dengan perusahaan Ceko yang sejatinya bukan merupakan perusahaan produsen senjata? Excalibur internasional adalah broker senjata bekas Uni Soviet dan berbasis di Ceko. Perusahaan ini menjadi target lembaga anti rasuah di Eropa, tetapi pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan malah membeli senjata dari perusahaan broker ini," jelas Ahmad.


Lebih lanjut, Ahmad mengatakan Kementerian Pertahanan sejak dipimpin oleh Prabowo Subianto sudah ada 'bau-bau' tidak enak. 


"Mana ada seorang menteri di dunia ini yang minta anggarannya sampai 2045 untuk dipakai sama dia, hanya Prabowo di dunia ini yang begitu, yaitu sebesar Rp 1700 triliun secara resmi dia minta. Lebih parah lagi Rp 1700 triliun tersebut akan dikelola oleh perusahaan yang dia tunjuk," pungakas Ahmad.


Terpisah, Juru bicara Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan kontrak pembelian pesawat tempur Mirage 2000-5 dari Qatar sudah dibatalkan. Menurut Dahnil kontrak dibatalkan karena keterbatasan fiskal.


"Tidak ada pembelian, sudah dibatalkan, dan artinya kontrak tidak efektif karena tidak ada pembelian, syarat-syarat tidak terpenuhi karena ada keterbatasan fiskal tadi, kemampuan untuk membayar itu, syarat-syarat dalam kontrak itu tidak bisa terpenuhi," ujar Dahnil dalam jumpa pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (12/2/2024).


Dahnil menehaskan tidak ada transaksi terkait pembelian pesawat tempur bekas Qatar tersebut. Karena itu, menurut Dahnil, tidak mungkin ada suap.


"Jadi tidak mungkin ada suap karena tidak ada transaksi," ujar Dahnil.


Dahnil mengatakan Kemhan sudah berkomunikasi dengan pemerintah Qatar terkait pembatalan kontrak pembelian pesawat itu. Komunikasi dilakukan pada Juni-Juli 2023.


"Sudah, sudah (komunikasi) per Juni-Juli 2023. Pembatalan itu Juni-Juli artinya kontrak tidak efektif ada keterbatasan fiskal tadi itu yang membuat tidak efektif," ucapnya.


Sementara itu, Hotman Paris Hutapea selaku kuasa hukum Kementerian Pertahanan menjelaskan soal video viral mengenai mantan anggota parlemen Uni Eropa, Eva Kaili, yang dinarasikan ada kaitannya dengan proses pembelian Mirage 2000-5. Hotman membantah itu.


"Jadi sekali lagi, kontrak pesawat Mirage dengan Qatar ditandatangani 31 Januari 2023 tetapi batal. Di video ini disebutkan itu skandal suap melibatkan si Eva Kaili. Ternyata dia sudah dipenjara pertengahan 2022. Itu fitnah kedua. Dari video ini pun tidak ada kata-kata suap dan tidak tahu itu suara siapa," kata Hotman sambil menunjukkan video viral.


"Karena suara saya pun banyak, dulu saya punya video online dipake artificial intelligence (AI). Jadi ini benar-benar itu berita bohong semuanya," tambahnya.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama