54 Blok Migas di Indonesia Bakal Dilelang

TANGERANG, suarapembaharuan.com - Sektor minyak dan gas bumi di Indonesia masih menjanjikan. Sejak tahun 2021, terdapat 21 Production Sharing Contract (PSC) baru yang ditandatangani. 


Ilustrasi

21 kontrak tersebut mendapatkan komitmen eksplorasi sebesar Rp4 triliun, tidak termasuk Rp11 triliun dari perpanjangan kontrak. Sehingga, total biaya eksplorasi sejak 3 tahun yang lalu telah mencapai Rp15 triliun.


Direktur Pembinaan Hulu Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Ariana Soemanto, mengatakan dari 21 blok baru yang berkontrak tersebut, sebagian besar berlokasi di Indonesia Barat.


"Jadi Indonesia bagian barat masih memiliki potensi yang besar. Di saat yang sama, kita juga menyiapkan blok-blok potensial yang terletak di Indonesia Timur," ujar Ariana di Tangerang.


Dari 21 blok PSC baru, 20 blok berada di Indonesia Barat, yakni Blok Bireun Sigli, Offshore Northwest Aceh (Meulaboh), Offshore Southwest Aceh (Singkil).


West Kampar, South CPP, Jabung Tengah, Bertak Puyuh Pijar, Beluga, East Natuna, dan Paus. Kemudian Blok Sangkar, Bawean, Liman.


North Ketapang, Bunga, Agung I, Agung II, Bengara I, Akia, Peri Mahakam. Sementara 1 blok, yakni Blok Bobara berada di Indonesia bagian Timur, yakni di Papua.


Pemerintah, lanjut Ariana, memberikan split atau bagi hasil yang menarik, termasuk untuk blok di Indonesia barat. 


Dari 21 blok, 12 blok di antaranya memberikan bagi hasil untuk kategori blok dengan risiko tinggi dan sangat tinggi, hingga 50 persen untuk blok gas bumi. Dan, sekitar 45% untuk blok minyak.


Seperti yang diketahui, 21 blok-blok tersebut diperoleh dari penawaran langsung dan lelang reguler. Adapun kesuksesan dari penawaran langsung mencapai 76% dan lelang reguler hanya 21% yang mencapai tahap tanda tangan kontrak.


"Kami sangat merekomendasikan bagi kontraktor untuk mengikuti joint study untuk penawaran langsung, dan Pemerintah akan mendukung penuh dengan berbagai cara yang positif," ujar Ariana.


Ariana pun menyampaikan, saat ini terdapat 54 blok yang akan dilelang dalam 5 tahun mendatang. 27 area untuk joint study yang disiapkan untuk bidding round 3 tahun ke depan. Dan, 27 blok potensial lainnya untuk lelang reguler.


Kategori : News


Editor     : AAS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama