MEDAN, suarapembaharuan.com - Pembangunan gedung Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Sumatera Utara terus menunjukkan perkembangan. Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 498 gerai telah terbangun dari total 2.340 lahan yang tersedia. Sementara itu, 1.773 lahan lainnya masih berada dalam proses persiapan menuju pembangunan.
Koordinator Project Management Officer (PMO) KDKMP Provinsi Sumatera Utara, James Erik Siagian, bersama Devis Abuimau Karmoy, menyampaikan bahwa dari sekitar 6.100 KDKMP yang terbentuk di Sumatera Utara, sebagian besar pengurus koperasi mengusulkan agar gerai dibangun langsung di desa atau kelurahan masing-masing. Usulan tersebut mencerminkan harapan besar terhadap peran gerai sebagai penggerak ekonomi lokal.
Informasi itu diperoleh PMO dari laporan dinas koperasi kabupaten dan kota serta jejaring PMO di daerah. Para pengurus KDKMP menilai keberadaan gerai akan menjadi simpul aktivitas ekonomi yang mendukung distribusi dan pemasaran produk masyarakat.
“Kami mendapat laporan bahwa pengurus KDKMP menyambut positif pembangunan gerai di desa dan kelurahan mereka. Mereka meyakini gerai KDKMP dapat membantu mendorong roda ekonomi masyarakat,” ujar James Erik Siagian kepada wartawan di Medan, Jumat (9/1/2026).
Sejumlah kabupaten di Sumatera Utara tercatat menjadi daerah dengan pembangunan gerai terbanyak. Kabupaten Karo, misalnya, telah membangun 68 gedung Gerai KDKMP dari total 91 lahan yang tersedia. Di wilayah ini, jumlah KDKMP mencapai 269 koperasi desa dan kelurahan.
Kabupaten Langkat juga menunjukkan capaian signifikan. Dari 172 lahan yang tersedia, sebanyak 55 gedung gerai telah berdiri. Kabupaten ini memiliki 277 KDKMP yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan. Sementara itu, Kabupaten Asahan mencatat pembangunan 36 gedung gerai dari total 63 lahan, dengan jumlah KDKMP mencapai 204 unit.
Untuk mempercepat pembangunan gerai yang belum terealisasi, PMO kabupaten dan kota bersama para business assistant terus menjalin koordinasi dengan dinas koperasi di daerah, unsur TNI, serta PT Agrinas. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala teknis, termasuk kesiapan lahan dan tahapan pembangunan.
Devis Abuimau Karmoy menjelaskan, dari total 6.100 KDKMP yang memiliki ketersediaan lahan, sebanyak 1.773 gerai hingga kini belum dibangun. Pembangunan gerai-gerai tersebut tentunya dilaksanakan oleh TNI bersama PT Agrinas Pangan, sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDKMP.
Sementara itu, Koordinator PMO Pusat Ahmad Hermanto mengapresiasi kinerja PMO provinsi serta PMO kabupaten dan kota yang selama tiga bulan terakhir aktif mendampingi pengurus KDKMP di desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Ia menilai peran PMO menjadi penopang utama keberhasilan program KDKMP di lapangan.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMO di 38 provinsi serta PMO kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang telah mencurahkan ilmu, waktu, dan pikiran dalam mendampingi pengurus KDKMP,” ujar Ahmad Hermanto.
Di sisi lain, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono menegaskan pentingnya menjaga integritas, disiplin, dan konsistensi dalam pelaksanaan program KDKMP. Saat memberikan pengarahan kepada kepala dinas koperasi kabupaten dan kota serta PMO KDKMP di Jakarta, ia meminta seluruh PMO memperkuat koordinasi lintas sektor.
Menurut Ferry, sinergi antara PMO, kepala daerah, pangdam, kepala dinas, dan PT Agrinas menjadi kunci untuk mengatasi kendala di lapangan. Dengan koordinasi yang solid, pembangunan gerai KDKMP diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan merata, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat desa dan kelurahan.
Kategori : News
Editor : ARS

Posting Komentar