Bangun Subuh, Bangun Kesehatan: Rahasia Shalat Subuh Yang Terlupa

Oleh : Imam Nur Suharno

Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat


Peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW telah selesai diselenggarakan beberapa waktu yang lalu, namun nilai-nilai yang diajarkan mesti diimplementasikan dalam kehidupan sepanjang hidup. Oleh-oleh dari perjalanan tersebut adalah kewajiban shalat lima waktu. Sekaitan dengan shalat lima waktu tersebut, penulis mencoba untuk mengambil hikmah dari perjalanan Isra Mi’raj, salah satunya adalah manfaat shalat Subuh bagi kesehatan. 


Imam Nur Suharno. Ist

Sekembalinya seseorang dari melakukan perjalanan jauh akan senantiasa membawa oleh-oleh khas untuk keluarga, sanak famili, dan tetangganya. Pun dengan perjalanan Isra Mi’raj, Nabi SAW membawa oleh-oleh khusus untuk umatnya. 


Setiap oleh-oleh yang dibawa oleh Nabi SAW pasti mempunyai banyak manfaat bagi manusia. Oleh-oleh yang dimaksud adalah perintah menjalankkan shalat lima waktu. Sungguh merugi orang yang shalat, namun ia tidak dapat merasakan manfaatnya. 


“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS al-Maa’un [107]: 4-5).


Di antara manfaat shalat, antara lain sebagai pembuka pintu surga (HR Tirmidzi); sebagai penerang hati (HR Ibnu Majah); meraih ketenangan dan kebahagiaan (QS al-Mukminun [23]: 1-2); menghapus dosa (HR Muslim); mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS al-Ankabut [29]: 45); dan menjadi pembeda antara mukmin dengan kafir (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). 


Selain itu, seseorang yang istikamah menjalankan shalat lima waktu akan dapat meraih manfaat bagi kesehatan. Allah SWT lebih mencintai seorang mukmin yang kuat (sehat) daripada mukmin yang lemah (sakit-sakitan) (HR Muslim).


Shalat seperti dikemukakan oleh Adnan Tharsyah dalam bukunya ‘Keajaiban Shalat Bagi Kesehatan’ dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh manusia. Manfaat ini akan dapat diperoleh secara otomatis oleh orang yang mampu dan mau menjaga shalatnya secara ikhlas.


Antara lain: memperbaiki kerja jantung; memperluas pembuluh darah dan urat serta membangkitkan kembali sel-sel; menghilangkan susah tidur; menambah kekebalan dari berbagai penyakit dan radang persendian; memperkuat otot dan menambah elastisitas persendian; menghilangkan ketegangan pada otot dan sendi; memperkuat anggota badan dan menjauhkan kelembekan; memperoleh kemampuan fisik dan hati.


Lalu, menambah kekuatan, vitalitas, dan keaktifan; memperbaiki tubuh yang cacat dan distorsi yang terus-menerus; memperkuat naluri untuk berkonsentrasi dan daya ingat; memperoleh sifat-sifat terpuji seperti disiplin, tolong menolong, jujur, ikhlas, dan lain sebagainya; bagi olahragawan, shalat dapat memberikan kebugaran tubuh; dan shalat adalah sarana pengganti dari kekurangan dan lemahnya fisik yang ditimbulkan oleh aktifitas pekerjaan.


Shalat Subuh yang dikerjakan pada waktu pagi memiliki manfaat bagi kesehatan. Selain manfaat bagi kesehatan secara umum di atas, juga manfaat karena terletak pada waktu dan gerakannya. Pada waktu pukul 06.00 pagi sampai pukul 12.00 siang, serangan jantung akan  menjadi cepat pada waktu-waktu tersebut. Pada saat itu terjadi peningkatan tegangan saraf simpatis, dan penurunan tegangan saraf parasimpatis.


Pada waktu pagi dini hari sekitar pukul 03.00 pagi sampai siang hari, secara perlahan dalam tubuh manusia terjadi peningkatan adrenalin (sebuah hormon yang memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh) menyebabkan tekanan darah meningkat. Selanjutnya terjadi peningkatan aktifitas agregasi trombosit (sifat saling menempel pada sel trombosit yang mengakibatkan darah membeku) meskipun kita tertidur. Penyempitan pembuluh darah berefek negatif bagi tubuh karena pengaruh lancar atau tidaknya aliran darah. Tubuh memerlukan suatu zat yang ada pada sel pembuluh darah untuk melebarkan kembali pembuluh darah. Zat tersebut bernama NO (Nitrik Oksida).


Saat kita bangun di pagi hari menjalankan shalat, tubuh akan aktif menaikkan kadar zat NO dalam tubuh. Gerakan-gerakan yang dibangun pada pagi hari membuat produksi zat NO naik lebih cepat sehingga mencegah darah membeku karena efek agregasi trombosit berkurang. (http://prasdelsehati.com).


Adnan Tharsyah secara khusus menambahkan manfaat dari shalat Subuh, seperti dapat menerangi wajah, menguatkan fungsi hati, menyegarkan jiwa, menghilangkan kemalasan, memperlancar peredaran darah setelah tidur, menjaga kesehatan, mengusir kesedihan, dan mencegah penyakit-penyakit kejiwaan.


Hal ini pun diakui oleh salah seorang peserta majelis taklim pekanan (yang bekerja di bidang kesehatan) yang penulis sebagai pematerinya. Di sela-sela kesibukannya dalam melayani masyarakat, ketika penulis mengkonfirmasi terkait manfaat shalat Subuh bagi kesehatan, ia menjelaskan, “Ketika tubuh bangun pagi dan melakukan shalat Subuh serta berjalan pagi menuju masjid maka secara tidak langsung tubuh melakukan olahraga yang dapat menaikkan aliran darah ke jantung, otak dan sel tubuh sehingga tubuh akan kembali segar.”


Tentu masih banyak lagi manfaat dari shalat Subuh yang tidak penulis ketahui. Maka, pantas jika Rasulullah SAW pernah bersabda, “Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shalat Isya dan shalat Shubuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR Bukhari dan Muslim). 


Saudaraku, renungkanlah firman Allah SWT berikut ini, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu ...” (QS al-Baqarah [2] 45). Wallahu a’lam.


Kategori : Opini


Editor      : ARS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama