MEDAN, suarapembaharuan.com - Dunia pers dan literasi kembali berduka. Bersihar Lubis, seorang jurnalis senior, juga sosok sastrawan dan budayawan, meninggal dunia pada Kamis, 29 Oktober 2026 lalu. Almarhum dikenal luas sebagai penulis yang produktif, dengan pesan-pesan yang kerap tajam, kritis, tetapi selalu punya dasar dan argumentasi kuat.
Setelah disalatkan di Masjid Al Musabbihin, Komplek Tasbih usai Salat Jumat (30/1/2026), sosok yang cukup lama menjadi jurnalis Tempo itu dimakamkan di Pemakaman Muslim Warga Taman Setiabudi Indah, Asam Kumbang, Medan Selayang.
Ketika diminta menyampaikan kata belasungkawa saat pelepasan jenazah dari rumah duka, tokoh masyarakat Sumut, Dr RE Nainggolan, MM menyebut Almarhum Bersihar Lubis adalah sosok jurnalis senior yang meninggalkan banyak kenangan baik.
“Melalui tulisan, ucapan, dan tindakannya, Almarhum senantiasa mengajarkan banyak hal kepada kita tanpa terasa menggurui. Dia sahabat, mentor, dan teladan bagi kalangan insan pers di Indonesia, bahkan bisa dikatakan bagaikan gudang ilmu bagi semua orang yang pernah mengenal dan berinteraksi dengan beliau,” katanya.
RE Nainggolan kemudian mengungkapkan pada November lalu, Bersihar dia minta untuk menjadi salah seorang pembicara dalam bedah buku biografinya di Kampus Universitas Prima Indonesia. “Saat itu beliau tampak begitu sehat dan prima. Ulasannya tajam dan mendetail. Dan sejak awal rencana penulisan, beliau memang selalu saya minta ikut berperan memberi masukan. Beliau penuhi permintaan itu dengan tulus. Sungguh sebuah kenangan yang tak akan terlupakan,” katanya.
Ketua Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Wilayah Sumut dan Aceh itu kemudian meminta insan pers di Sumut bahkan Indonesia meneladani Almarhum. “Beliau mungkin telah mendahului kita, tetapi semangat, gagasan, pemikiran yang brilian, harus tetap kita hidupkan dan kembangkan,” katanya.
Kepada para awak media yang ikut melayat, RE juga menyebut seharusnya tulisan-tulisan Bersihar dikumpulkan dan dijadikan bunga rampai dalam sebuah buku. “Beliau sangat produktif. Saya kira sangat layak ada upaya membukukan pemikiran beliau. Segala sesuatu hal yang dibutuhkan untuk itu, bisa kita upayakan bersama-sama,” katanya.
Almarhum berpulang dalam usia 75 tahun, setelah sekitar sepekan sebelumnya dirawat di rumah sakit.
Kategori : News
Editor : ARS


Posting Komentar