JAKARTA, suarapembaharuan.com - Di negara mana pun dan dalam budaya apa pun, peran pemuda itu tentu sekali penting, bahkan sangat penting. Hal itu ditegaskan oleh sejumlah tokoh dan pemuda Indonesia pada “The 1st Indonesia Youth Empowerment Peace Class (YEPC): Why Youth Matters?” , di Jakarta. baru-baru ini.
Acara yang digelar di Auditorium dr H Abdul Rajak Universitas Mohammad Husni Thamrin, Jakarta Timur, dan juga digelar melalui Zoom Meeting, diikuti oleh 150 peserta, yang terdiri dari mahasiswa, pemimpin organisasi pemuda, dan masyarakat umum.
Acara yang digelar oleh Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) sebagai organisasi utama bersama International Peace Youth Group (IPYG), salah satu sayap HWPL, berkolaborasi dengan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta Timur.
Dikatakan, salah satu peran penting pemuda adalah membangun perdamaian lintas iman.
“Apapun agama kita, semua kita menghirup udara yang sama. Semakin baik kita mengikuti ajaran Tuhan, sejatinya kita sedang menjadi manusia yang lebih baik. Kerukunan dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam sangat penting untuk kita hayati,” ujar IPYG Ambassador dan Chief Editor, Bimas Islam Journal, Ahmad Syamsuddin SSos MPd.
“Melalui YEPC ini, kita sedang menanamkan bibit-bibit perdamaian. Hari ini, di kampus ini, kita sedang membangun titik penting yang diharapkan menjadi garis perdamaian dunia, dan dari kampus ini semoga lahir para pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh YEPC dirancang dalam dua sesi kelas pemberdayaan pemuda serta Interfaith Youth Talk Show yang menghadirkan tokoh-tokoh pemuda lintas iman. Acara dibuka dengan Tari Ondel-ondel khas Betawi sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal, dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai tokoh.
Hadir memberikan sambutan antara lain Former HWPL Philippines Director, Mr Oh, Rektor Universitas Mohammad Husni Thamrin Dr Ningky Sasanti Munir MBA MA, Ahmad Syamsuddin, serta General Chairman Gerakan Pemuda Persaudaraan Muslimin Indonesia, Kifah Gibraltar Bey. Kifah Gibraltar Bey sendiri menyampaikan bahwa YEPC menjadi ruang strategis bagi pemuda untuk membawa nilai perdamaian ke dalam kehidupan nyata.
“IPYG dengan Youth Empowerment Peace Class-nya saya rasa mampu membantu anak-anak muda mengartikulasi nilai perdamaian dari ruang kelas ke dalam dunia dan budaya mereka. Tidak hanya berhenti pada toleransi, tetapi juga berkembang menjadi solidaritas. Tidak hanya dialog perdamaian, tetapi juga aksi nyata,” ungkapnya.
Pada sesi YEPC 1 dengan materi “Who Am I Beyond Labels”, moderator Devia menekankan bahwa perdamaian merupakan sikap yang berawal dari pengenalan dan pengelolaan diri.
“Pemuda tidak akan berada pada fase ini selamanya, sehingga penting untuk memanfaatkan masa muda sebagai fondasi nilai dan karakter,” tandasnya.
Sementara itu, YEPC 2 yang dibawakan oleh Cathleen melalui materi “The Power of Empathy and Perspective Taking” mengajak peserta untuk belajar menempatkan diri pada posisi orang lain sebagai kunci membangun empati dan saling pengertian di tengah keberagaman.
Sesi Interfaith Youth Talk Show dimoderatori oleh Tuty Purwaningsih, HWPL Publicity Ambassador dan Account Director Jaringan Media Desa Nusantara. Diskusi menghadirkan panelis lintas iman, yaitu Mirayadi Anto Putra (HIKMAHBUHDI), Ferdinandus Wali Ate (PMKRI), Abdullah Ubaid (Chairman ISNU), dan Lingga Siana (Foreign Relations KMHDI).
Adapun topik diskusi mencakup nilai-nilai karakter dalam Kitab Suci masing-masing agama untuk menghargai perbedaan, serta tantangan terbesar dalam membangun harmoni lintas iman di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, IPYG menegaskan bahwa pekerjaan perdamaian dimulai dari pemuda— kelompok yang secara historis sering terlibat langsung dalam konflik—sehingga pilihan untuk membangun atau menghentikan siklus kekerasan berada di tangan generasi muda itu sendiri.
The 1st Indonesia Youth Empowerment Peace Class diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkuat peran pemuda Indonesia sebagai agen perdamaian, tidak hanya melalui dialog, tetapi juga melalui sikap, empati, dan aksi nyata di tengah masyarakat yang majemuk.
Kategori : News
Editor : AHS

Posting Komentar