JAKARTA, suarapembaharuan.com – Turnamen Ramadhan Cup 2026 resmi dibuka pada Sabtu (7/3/2026) di Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta. Sebanyak 453 pecatur dari 15 Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) ikut bagian dalam ajang tahunan tersebut.
Tingginya minat peserta membuat kapasitas ruangan pertandingan terisi penuh. Ketua Panitia Pelaksana, Nana Pujalaksana, mengatakan jumlah peserta tahun ini bahkan sudah mencapai batas maksimal yang dapat ditampung panitia.
“Total peserta ada 453 orang dan ini sudah menyentuh kapasitas maksimal ruangan. Kategori Open menjadi yang paling banyak diminati dengan 340 peserta,” kata Nana di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Selain kategori Open, turnamen juga mempertandingkan kategori usia dan khusus wanita. Tercatat 67 peserta berlaga di kategori U-16, sebanyak 36 pecatur tampil di kategori wanita, serta 26 peserta di kategori U-17.
Menurut Nana, Ramadhan Cup 2026 menggunakan format catur cepat dengan waktu 10 menit ditambah increment tiga detik per langkah. Sistem pertandingan digelar selama dua hari dengan total sembilan babak.
“Kami menggunakan sistem catur cepat 10 menit plus increment tiga detik. Pertandingan dibagi menjadi empat babak pada hari Sabtu dan lima babak penentuan pada hari Minggu,” ujarnya.
Menariknya, turnamen ini diikuti pecatur lintas generasi. Peserta termuda bahkan tercatat baru berusia enam tahun dan berasal dari Jawa Barat.
Pembukaan turnamen turut dihadiri Wakil Ketua Umum V Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tursandi Alwi serta anggota DPRD Jawa Tengah Sugeng Prasojo.
Dalam sambutannya, Tursandi menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar Percasi yang konsisten menggelar kompetisi untuk menjaga ekosistem prestasi catur nasional.
“KONI mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi Percasi yang terus menggulirkan turnamen untuk melahirkan pecatur hebat. Catur memiliki potensi besar karena bisa dimainkan oleh semua kalangan usia tanpa batasan fisik yang ketat,” kata Tursandi.
Ketua Umum PB Percasi, Grand Master (GM) Utut Adianto, yang membuka langsung turnamen tersebut, menyebut Ramadhan Cup memiliki nilai historis bagi perkembangan catur Indonesia. Ia mengungkapkan ajang ini pertama kali digelar pada 2002.
Menurut Utut, Ramadhan Cup juga kemungkinan menjadi turnamen terakhir yang berlangsung pada masa kepengurusannya yang akan berakhir pada April mendatang.
“Ramadhan Cup digagas sejak 2002. Catur menjadi salah satu olahraga yang tetap bisa dimainkan intens selama Ramadhan tanpa mengganggu ibadah puasa atlet,” ujar Utut.
Ia menegaskan turnamen tersebut bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi bagi komunitas pecatur dari berbagai daerah.
“Selain prestasi, ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi para pecatur dan penghobi catur dari seluruh Indonesia,” kata dia.
Utut pun berharap kepengurusan Percasi berikutnya tetap mempertahankan Ramadhan Cup sebagai agenda tahunan.
“Saya berharap pengurus baru Percasi nanti bisa terus melanjutkan Ramadhan Cup sebagai agenda tetap,” ucapnya.
Turnamen tahun ini juga diramaikan kehadiran sejumlah pecatur papan atas nasional. Di antaranya Grand Master Novendra Priasmoro, International Master Elroy Tarigan, hingga pecatur veteran legendaris Cerdas Barus dan Ramdani.
Sementara itu dari arena pertandingan Ramadhan Cup di hari pertama yang memainkan 4 babak tercatat ada 11 pemain yang sukses membukukan poin sempurna 4 poin di kategori Open. Puncak klasemen sementara dikuasai pecatur Jabar International Master (IM) Arif Abdul Hafiz, disusul Master Nasional (MN) Sugeng Prasetyo (Banten), MN Akmalnaidi Akbar (Jakarta) dan delapan pemain lainnya. Kategori Open menjadi kategori dengan peserta terbanyak 332 pecatur.
Kategori : News
Editor : AHS




Posting Komentar