MEDAN, suarapembaharuan.com - Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) mengapreasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi penengah menyikapi perang Amerika Serikat, Israel melawan Iran.
![]() |
| Gandi Parapat |
Koordinator PMPHI, Gandi Parapat mengatakan, tawaran Presiden Prabowo Subianto sebagai juru damai dalam menghentikan peperangan tersebut, merupakan bukti bahwa Prabowo sebagai negarawan sejati.
"PMPHI sangat mendukung dan memuji keputusan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Niat Prabowo ini demi kepentingan masyarakat internasional, termasuk melindungi rakyatnya dari dampak perang global di Tanah Air," katanya.
Gandi mengaku sangat menyayangkan sikap dari beberapa tokoh yang menilai salah keputusan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Apalagi, ada tokoh yang terkesan mau memanaskan situasi tersebut, termasuk di Indonesia.
"Kami melihat banyak tokoh yang merasa tidak senang dengan Presiden Prabowo Subianto saat menawarkan diri sebagai juru perdamaian untuk menghentikan perang Amerika Serikat, Israel melawan Iran," ungkap Gandi Parapat.
Menurut Gandi, keputusan Prabowo Subianto sebagai bentuk seorang negarawan bangsa Indonesia di mata internasional. Sebagai kesatria sejati yang merupakan mantan militer, Presiden Prabowo dipastikan sudah mempertimbangkan dampak terburuk yang menimpa masyarakat jika perang itu berkepanjangan," katanya.
"Seharusnya pemimpin bangsa luar dan rakyatnya turut mendukung perdamaian dan bukan memperkeruh situasi yang justru merugikan masyarakat akibat konflik perang. PMPHI sangat bangga dan memuji sikap Presiden Prabowo," sebutnya.
Oleh karena itu, Gandi juga mengimbau masyarakat supaya tidak terpengaruh hasutan dari pihak tidak bertanggungjawab yang menyudutkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"PMPHI melihat ada pihak tertentu yang ingin memperkeruh situasi politik dan keamanan di negeri ini. Ini semua dilakukan karena Presiden Prabowo ingin mendamaikan perang AS, Israel melawan Iran. Rakyat Indonesia diminta jangan terprovokasi," pungkasnya.
Kategori : News
Editor : AHS

Posting Komentar