Penaburnesia 2026 Jadi Ajang Pembuktian Generasi Muda Ekspresikan Karya

TANGERANG, suarapembaharuan.com - Ajang puncak Penaburnesia 2026 yang berlangsung di sekolah BPK Penabur, Gading Serpong, Tangerang berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan pada Jumat (24/4/2026).



Ajang tahunan yang digagas BPK Penabur ini kembali menjadi panggung ekspresi bagi pelajar dari berbagai daerah yang mempertemukan 11 finalis terbaik yang telah lolos seleksi ketat di 15 kota. Sebanyak 59 penampilan unggulan ditampilkan mulai dari drama, musik, senam, hingga pembacaan puisi.


Sorak sorai membahana, wajah-wajah ceria memenuhi ruang perhelatan puncak Penaburnesia 2026. Ajang tahunan BPK PENABUR ini kembali menjadi panggung ekspresi bagi pelajar dari berbagai daerah, mempertemukan 11 finalis terbaik yang telah lolos seleksi ketat di 15 kota.



Lebih dari sekadar kompetisi, Penaburnesia menghadirkan ruang pembelajaran yang membentuk karakter. Rasa gugup, percaya diri, hingga kebanggaan menjadi bagian dari proses yang dialami para peserta.


Ketua Yayasan BPK PENABUR, Adri Lazuardi, menutup acara dengan pesan yang menguatkan. Ia menekankan bahwa keberanian untuk tampil adalah pencapaian tersendiri.


“Keberanian kalian untuk berdiri di panggung ini adalah hal luar biasa. Bagi kami, kalian semua adalah pemenang di hati kami,” ujarnya.



Ia mengaku terharu dengan penampilan para siswa di babak Final Penaburnesia 2026. Disebutkan Penaburnesia akan terus membuka ruang seluas-luasnya bagi pengembangan bakat, baik di bidang seni maupun olahraga seperti wushu, senam artistik, hingga tari modern. 


"Penaburnesia 2026 menjadi pengingat bahwa ketika anak-anak diberi ruang untuk berekspresi dan berani beraksi, mereka mampu menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi," jelasnya.  


Ketua Panitia Penaburnesia 2026, Clara Yunita, mengaku terkesan dengan semangat tersebut.



“Semangat para orang tua di sini bahkan mengalahkan dukungan suporter sepak bola! Melihat wajah-wajah ceria adik-adik peserta, lelah kami selama persiapan seketika hilang dan berganti menjadi rasa bangga,” tuturnya.


Memasuki tahun keempat sejak pertama kali digelar pada 2020, Penaburnesia terus berevolusi. Tidak lagi berfokus semata pada capaian akademik atau Computer – Assited Test (CATI), ajang ini kini menitikberatkan pada eksplorasi bakat dan minat siswa.


Pendekatan ini dinilai penting sebagai bekal generasi muda menghadapi masa depan yang dinamis.



Tahun ini, skala penyelenggaraan terbilang luas. Sebanyak 421 penampilan telah melalui tahap seleksi di berbagai kota seperti Tasikmalaya, Cirebon, Bandung, Sukabumi, hingga Bandar Lampung.


Dari proses tersebut, lahirlah talenta-talenta muda berbakat dari berbagai daerah, menegaskan bahwa potensi siswa tersebar merata.


Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan perjalanan pembentukan diri yang dampaknya akan terasa jauh melampaui panggung pertunjukan.


Audrey Setiawan, salah satu finalis, mengaku sempat diliputi ketegangan sebelum naik panggung.


“Jujur, awalnya tegang sekali sebelum tampil. Tapi begitu selesai, rasanya lega dan senang sekali bisa menyelesaikan penampilan dengan maksimal,” ujarnya sambil tersenyum kepada media.


Pengalaman serupa dirasakan oleh tim musik dari BPK PENABUR Jakarta. Bagi mereka, ajang ini bukan hanya tentang tampil apik, tetapi juga tentang membangun kekompakan.


“Kami belajar menyatukan ide dan emosi dalam satu penampilan. Itu tidak mudah, tapi sangat berharga,” ungkap salah satu anggota tim.


Antusiasme juga datang dari para orang tua yang memenuhi lokasi acara. Dukungan mereka terasa begitu kuat, bahkan menjadi energi tambahan bagi para peserta.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama