BOGOR, suarapembaharuan.com –Kemajuan dunia pendidikan tidak terlepas dari peran strategis guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Karena itu, menjaga dan meningkatkan kualitas tenaga pendidik menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.
![]() |
| Foto: Acara groundbreaking Sekolah Citra Berkat Citra Indah di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/4). |
Yayasan Ciputra Pendidikan menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas guru melalui sistem pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan. School General Manager Yayasan Ciputra Pendidikan, Ms. Nikolina, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai program pengembangan kompetensi bagi tenaga pendidik.
“Yayasan Ciputra Pendidikan merancang sistem melalui teaching learning department yang mengelola pelatihan bagi 11 sekolah di bawah naungan Yayasan. Kami rutin mengadakan focus group discussion (FGD) per mata pelajaran serta diagnostic test tahunan untuk memastikan kompetensi guru tetap sesuai standar,” ujar Nikolina dalam konferensi pers daring di sela acara groundbreaking Sekolah Citra Berkat Citra Indah di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/4).
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Board of Director Yayasan Ciputra Pendidikan, Prof. Dr. Ir Denny Bernardus, serta Head of School Sekolah Citra Berkat Citra Indah Jonggol, Ms. Devi Novalina.
Nikolina menambahkan, selain pelatihan internal, Yayasan juga memberikan kesempatan bagi guru untuk mengikuti pelatihan eksternal yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan, kementerian, maupun lembaga lainnya. Tak hanya itu, Yayasan turut mendorong peningkatan kualifikasi akademik melalui program beasiswa studi lanjut jenjang S2 bagi guru dan pimpinan sekolah di sejumlah perguruan tinggi, termasuk di Universitas Ciputra.
Senada, Prof. Dr. Denny Bernardus menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan keniscayaan di tengah persaingan dunia pendidikan yang semakin ketat. Menurutnya, kualitas guru berbanding lurus dengan kualitas siswa dan institusi pendidikan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik semata. Sekolah dan guru juga harus membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, wawasan global, serta kesiapan mental dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
“Pemahaman global menjadi penting di era digital ini. Karena itu, kami secara rutin menyelenggarakan program summer experience dua kali dalam setahun, meliputi culture visit bagi siswa SMP dan campus visit bagi siswa SMA ke Tiongkok. Program ini menjadi bagian dari wisata edukasi agar siswa dapat belajar langsung dan memperluas perspektif global,” jelas Denny.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Yayasan Ciputra Pendidikan terbuka bagi siswa dari berbagai latar belakang. Saat ini, Yayasan melayani ribuan siswa yang tersebar di berbagai wilayah dengan menyediakan pembelajaran lima agama sesuai kebutuhan.
Selain itu, Yayasan juga menyediakan program beasiswa bagi sekitar 10 persen dari total siswa di setiap sekolah. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan bagi siswa berpotensi dari berbagai latar belakang sosial.
Sementara itu, Head of School Sekolah Citra Berkat Citra Indah Jonggol, Ms. Devi Novalina, mengungkapkan bahwa pembangunan sekolah baru di kawasan Citra Indah ditargetkan rampung pada Juni 2027 dengan kapasitas hingga 300 siswa tingkat SMA.
“Sekolah ini mengusung pendekatan pembelajaran holistik dengan mengintegrasikan entrepreneurship learning, akademik, positive education, serta computational thinking dan coding,” ujar Devi.
Kategori : News
Editor : AHS


Posting Komentar