Integrasi Manggarai Memperkuat Konektivitas Transportasi Publik

JAKARTA, suarapembaharuan.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memberikan dukungan terhadap pengembangan integrasi antarmoda transportasi di Kawasan Manggarai.


Kawasan Manggarai berkembang sebagai simpul mobilitas strategis yang menghubungkan perjalanan antarmoda transportasi. (dok. Humas KAI)

Saat ini, Manggarai berkembang sebagai simpul mobilitas strategis yang menghubungkan perjalanan KRL, Commuter Line Bandara, Transjakarta, terminal hingga rencana pengembangan LRT Jakarta Fase 1B.


“Integrasi antarmoda di Manggarai menjadikan perjalanan yang lebih efisien, terhubung dan mudah dijangkau masyarakat,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, Kamis (21/5/2026).


Dia menambahkan, ketika perpindahan antarmoda semakin lancar, waktu perjalanan masyarakat dapat menjadi lebih efektif dan penggunaan transportasi publik juga semakin meningkat.


“Integrasi diharapkan dapat mempercepat perpindahan pelanggan antarlayanan, mempersingkat waktu perjalanan serta memperluas akses masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan dan layanan publik di Jakarta dan sekitarnya,” ungkapnya.


Menurutnya, Stasiun Manggarai memegang peranan penting sebagai salah satu titik perpindahan perjalanan terbesar di kawasan Jabodetabek yang menghubungkan berbagai layanan transportasi publik dalam satu kawasan terintegrasi.


Data KAI menunjukkan, periode 2023–2025 jumlah pelanggan KRL yang melalui simpul Manggarai tercatat sebanyak 5.142.739 pelanggan pada 2023, meningkat menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024 dan berada pada 5.456.309 pelanggan pada 2025. 


Sementara, pada Januari–April 2026, volume pelanggan tercatat mencapai 1.802.445 pelanggan. 


“Konsistensi volume tersebut mencerminkan kuatnya fungsi Manggarai sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat perkotaan,” imbuhnya.


Peran Manggarai juga semakin diperkuat melalui keterhubungan dengan layanan Commuter Line Bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta. 


Layanan tersebut mencatat pertumbuhan pelanggan dari 1.970.531 pelanggan pada 2023 menjadi 2.242.536 pelanggan pada 2024, lalu kembali meningkat menjadi 2.346.934 pelanggan pada 2025. Pada Januari–April 2026, layanan Commuter Line Bandara telah melayani 837.778 pelanggan. 


Khusus di Stasiun Manggarai, volume pelanggan Commuter Line Bandara selama Januari–April 2026 tercatat sebanyak 161.074 pelanggan.


Penguatan integrasi di Manggarai juga sejalan dengan rencana pengembangan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai yang dirancang untuk mendukung integrasi antarmoda pada Stasiun Manggarai sebagai stasiun utama. Proyek tersebut memiliki panjang jalur 6,4 kilometer dengan lima stasiun dan ditargetkan mampu melayani 80.000 hingga 100.000 pelanggan per hari setelah beroperasi.


Rencana integrasi dibagi dalam tiga zona yang menghubungkan area halte Transjakarta, Terminal Manggarai hingga area “concourse” Stasiun Commuter Line Bandara dan Stasiun Manggarai.


“Transportasi publik akan semakin efektif ketika setiap moda dapat saling terhubung dengan baik. Integrasi di Manggarai diharapkan dapat memperkuat peran transportasi massal sebagai pilihan mobilitas masyarakat yang efisien, aman dan mampu menjangkau lebih banyak kawasan aktivitas,” imbuhnya. (MAN)


Kategori : News


Editor      : ARS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama