JAKARTA, suarapembaharuan.com – Brawijaya Hospital Group resmi memperkuat empat layanan kesehatan unggulan berbasis Center of Excellence (CoE). Langkah strategis ini diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan medis spesialistik yang kompleks, sekaligus mendukung program pemerintah menekan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri.
Empat pusat layanan unggulan tersebut meliputi BraveHeart Center (jantung), Orthopedic Center Brawijaya (tulang dan sendi), Jakarta Gynecology Center atau JGC (kesehatan perempuan), dan Benih IVF Center (fertilitas/bayi tabung). Momentum penguatan layanan ini digaungkan bersamaan dengan acara Partner Gathering di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Chief Commercial Officer (CCO) Brawijaya Hospital, drg. Hestiningsih, S.E., M.A.R.S., menegaskan bahwa kualitas tenaga medis dan teknologi kesehatan di dalam negeri saat ini sudah sangat kompetitif dan siap bersaing dengan negara tujuan medical tourism.
“Brawijaya Hospital memiliki dokter dengan kapasitas dan kapabilitas yang sama, bahkan lebih baik, dan juga teknologinya pun kita tidak kalah," ujar Hesti di sela-sela acara.
Apresiasi senada juga datang dari tokoh nasional, Sandiaga Salahuddin Uno, yang menyambut baik kehadiran kluster layanan spesifik ini.
“Saya senang melihat Brawijaya Hospital menghadirkan berbagai layanan unggulan melalui Center of Excellence untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia. Mulai dari BraveHeart Center, Orthopedic Center, Jakarta Gynecology Center, hingga Benih In Vitro Fertilization (IVF). Semuanya didukung oleh dokter berpengalaman, teknologi modern, dan pelayanan yang mengutamakan kenyamanan pasien. Be brave, be safe, and be loved,” kata Sandiaga di tempat terpisah.
Garapan Integrasi 4 Center of Excellence
Untuk memudahkan masyarakat memahami fokus masing-masing layanan, Brawijaya Hospital membaginya ke dalam empat pilar utama:
1. BraveHeart Center (Pusat Layanan Jantung)
Hadir sebagai jawaban atas tingginya angka penyakit kardiovaskular di Indonesia. Layanan ini mencakup tindakan preventif, deteksi dini, bedah jantung, hingga rehabilitasi. Salah satu inovasi yang diunggulkan adalah Minimal Invasive Cardiac Surgery (MICS) atau operasi jantung dengan sayatan minim yang mempercepat pemulihan pasien.
Layanan ini dipimpin oleh pakar jantung Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI, FAPHRS, FHRS. "Ke depan, BraveHeart Center menargetkan diri menjadi pusat layanan jantung unggulan yang terpercaya dan berstandar internasional melalui pengembangan layanan kardiovaskular modern, inovasi teknologi, serta pelayanan yang berfokus pada keselamatan dan kualitas hidup pasien," tutur dr. Yamin.
2. Orthopedic Center Brawijaya (Pusat Muskuloskeletal)
Menangani gangguan sistem gerak secara terintegrasi mulai dari diagnosis hingga penanganan cedera olahraga, trauma, tulang belakang, dan penyakit degeneratif.
Dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi, dr. Nicko Perdana Hardiansyah, Sp.OT, Subsp.OTB, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi terkini membuat tindakan menjadi jauh lebih presisi.
"Perkembangan teknologi ortopedi saat ini memungkinkan diagnosis yang lebih akurat dan tindakan yang lebih presisi. Berbagai teknik modern, termasuk prosedur minimal invasif pada kasus tertentu, mampu mengurangi nyeri pascatindakan, mempercepat pemulihan, dan membantu pasien kembali beraktivitas lebih cepat," urai dr. Nicko.
3. Jakarta Gynecology Center / JGC (Kesehatan Perempuan)
Berpusat di Brawijaya Hospital Antasari, JGC mengusung konsep Comprehensive Woman's Care Beyond Cure. Fokusnya tidak hanya mengobati, tetapi mendampingi kesehatan reproduksi perempuan di setiap fase umur menggunakan pendekatan Multidisciplinary Team (MDT). Pusat ini diperkuat oleh dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG, spesialis ginekologi onkologi dan laparoskopi tingkat lanjut.
4. Benih IVF Center (Pusat Fertilitas Modern)
Juga berlokasi di Brawijaya Hospital Antasari, pusat bayi tabung ini didukung tim medis multidisiplin, termasuk dr. M. Haekal, Sp.OG.Subsp.FER, FICS, MIGS., serta menggandeng Dr. Robert Fischer dari Jerman selaku Medical Advisor.
Pusat fertilitas ini mengadopsi teknologi canggih seperti Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) hingga Microfluidic Technology untuk seleksi sperma dengan tingkat keberhasilan program berkisar antara 40 hingga 50 persen.
"Setiap pasangan terlebih dahulu menjalani fertility screening dan evaluasi kesuburan yang komprehensif untuk menentukan program yang paling sesuai, mulai dari program hamil alami, inseminasi, hingga IVF," jelas dr. Firman menambahkan teknis penanganan fertilitas.
Ekspansi Jaringan dan Adopsi AI
Guna mengimbangi masifnya keempat CoE tersebut, Brawijaya Hospital Group juga terus mengadopsi perangkat medis mutakhir, seperti teknologi laparoskopi terbaru serta MRI yang diperkuat kecerdasan buatan (AI) demi akurasi diagnosis. Manajemen juga tengah bergerak melakukan pengembangan dan ekspansi fasilitas pada enam rumah sakit yang sudah berjalan saat ini untuk memperluas jangkauan operasional.
“Tahun ini memang kita berfokus pada pendalaman untuk menyiapkan pipeline tersebut, tapi di saat yang sama kita sedang melakukan beberapa pengembangan ekspansi di enam existing hospital kita. Kita sedang me-develop planning untuk lokasi yang sudah kita dapatkan. Jadi dari sisi kapasitas, pelayanan, dan juga akses, itu akan lebih banyak lagi untuk pasiennya,” urai Hesti.
Rumah sakit yang kini diperkuat oleh lebih dari 500 dokter spesialis tersebut berkomitmen mengawal kenyamanan pasien secara menyeluruh dari awal hingga akhir. “Perlu diingat juga bahwa patient journey itu selalu dimulai dengan screening, diagnosis, treatment, hingga recovery dan kontrol berikutnya, kami memastikan siap melayani semua kebutuhan pasien," pungkas Hesti.
Kategori : News
Editor : AHS





Posting Komentar